MEDIA EMITEN – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan dukungannya terhadap para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang akan memasuki pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Rusia.
Dengan demikian, kontribusi UKM terhadap peningkatan kinerja ekspor nasional semakin besar.
Baca Juga: WIKA Beton Ekspor Tiang Pancang ke Taiwan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan mengatakan upaya penetrasi pasar ekspor ke Rusia merupakan momentum pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.
Menurutnya, Rusia merupakan negara besar yang memiliki peluang luas bagi produk- produk Indonesia.
“Webinar ini diharapkan dapat memberikan informasi peluang pasar, regulasi dan strategi memasuki pasar Rusia untuk mendorong ekspor UKM Indonesia ke Rusia,” kata Kasan saat membuka seminar web (webinar) dengan tema ‘Strategi Pemasaran Ekspor ke Rusia, seperti dikutip mediaemiten.com.
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus Jose Antonio Morato Tavares mengatakan, dalam upaya meningkatkan ekspor nonmigas ke Rusia membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pelaku UKM Indonesia.
Baca Juga:
Creality Rayakan 12 Tahun Inovasi dengan KliTek™ dan Ekspansi Ekosistem Berbasis AI
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
“KBRI Moskow siap memberikan dukungan dan fasilitasi dengan berbagai program seperti penjajakan kesepakatan dagang (business matching), misi dagang, penanganan inquiry, pameran, dan promosi yang terintegrasi,” ucap Jose.
Menurutnya, potensi perdagangan kedua negara perlu terus ditingkatkan.
Perdagangan antara Indonesia-Federasi Rusia saat ini belum mencerminkan potensi kerja sama yang sangat besar.
Hal itu terlihat dari total perdagangan Indonesia-Federasi Rusia pada Januari—Februari 2021 tercatat sebesar US$ 394,02 juta atau meningkat 13,66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Federasi Rusia sebesar US$ 205,88 juta.
Sedangkan, impor Indonesia dari Federasi Rusia sebesar US$ 188,13 juta.
Beberapa produk yang diekspor ke Rusia antara lain produk minyak sawit (CPO), karet alam, kopra, mentega kakao, alas kaki, kopi, teh, dan peralatan elektronik.
Selain produk utama yang dipasarkan ke pasar Rusia, terdapat beberapa produk UKM Indonesia yang memiliki potensi dan peluang besar untuk ekspor ke Rusia yaitu kopi, teh, buah-buahan tropis, dan produk perikanan.
CEO House of Indonesia for Rusia, Olga Bagryantseva mengungkapkan sejumlah hal yang harus dipersiapkan para pelaku usaha untuk memasuki pasar Rusia.
“Dibutuhkan persiapan produk, kemasan, pengetahuan tentang izin khusus di Rusia, informasi logistik, pentingnya kontrak, dan penggunaan strategi pemasaran yang tepat,” kata Olga.
Olga menambahkan, untuk berbisnis dengan buyer Rusia, pembuatan kontrak memiliki peranan penting untuk kepastian pemesanan, pembayaran, dan proses pengiriman baik sampel maupuk produk yang dipesan.
“Produk Indonesia terkenal dengan produk alami dan ramah lingkungan, Rusia membeli bukan barang, tapi budaya,” tuturnya.
Simak Pula: BEI Revisi Target IPO Menjadi 54 Emiten Baru
Praktisi Ekspor sekaligus fasilitator PPEI (Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia), Nina Agustina menyarankan kiat-kiat agar berhasil ekspor ke Rusia.
Antara lain, pelaku usaha Indonesia perlu melakukan riset kebiasaan masyarakat Rusia, mempelajari kompetitor, promosi yang tepat, membangun jaringan dengan Pemerintah Indonesia di Rusia, baik melalui Atase Perdagangan maupun KBRI.
Menurutnya, para pelaku usaha juga perlu mendapatkan dukungan dari Pemerintah.
Nina menilai, pelaku usaha harus manfaatkan program dan fasilitasi dari perwakilan perdagangan Indonesia di Rusia melalui Atase Perdagangan.
“Selain itu, para pelaku usaha bisa mengikuti berbagai festival produk Indonesia dan membangun hubungan kepercayaan dengan masyarakat setempat untuk mendorong kesuksesan eskpor,” ucap Nina.
Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga pernah mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan arahan ke Kemendag untuk mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan internasional dengan negara-negara potensial sebagai agenda prioritas.
Hal ini lantaran Indonesia kini sedang bertransformasi menjadi negara penghasil produkproduk bernilai tinggi yang membutuhkan pasar-pasar baru di luar negara tradisional/mitra dagang utamanya.
Baca Juga: Warga Perumahan Dian Asri II Cibinong Dukung Pengurus RW Lawan Gugatan PT BPJ
Jerry menambahkan, setelah membentuk perjanjian perdagangan, tugas Kemendag selanjutnya yaitu memonitor, memelihara, dan menjaga agar implementasi perjanjian perdagangan dapat berjalan dengan baik.
“Kemendag juga harus harus memberikan fasilitas bagi para UKM untuk dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional,” tutur Jerry.












