Connect with us

BOGOR

Warga Perumahan Dian Asri II Cibinong Dukung Pengurus RW Lawan Gugatan PT BPJ

Avatar

Published

on

Tembok pembatas yang dibangun pengembang, PT Berkat Properti Jabar./Dok. Mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Warga perumahan Dian Asri II Kelurahan Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor mendukung pengurus rukun warga (RW) 08 untuk maju melawan gugatan yang dilakukan pengembang PT Berkat Properti Jabar (BPJ) terkait masalah akses jalan.

Warga telah menunjuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hade Indonesia Raya untuk melawan gugatan dari PT BPJ, pengembang yang akan membangun perumahan cluster berbatasan dengan Dian Asri II.

Menurut salah seorang warga, Ketut Parta, sikap pengurus RW 08 Dian Asri II untuk tidak memberikan akses jalan kepada PT BPJ merupakan keputusan yang tepat.

“Kami mendukung pengurus RW untuk tidak memberikan akses jalan karena perumahan Dian Asri II belum masuk dalam tata ruang Pemda Kabupaten Bogor,” ucap Ketut kepada Mediaemiten, Selasa, 2 Maret 2021.

Kecuali, tutur Ketut, kalau perumahan Dian Asri II sudah masuk dalam tata ruang Pemda Kabupaten Bogor, maka warga tidak punya hak menutup akses jalan untuk pembangunan perumahan PT BPJ.

Ketut menambahkan, sikap warga untuk menutup akses jalan tidak dimaksudkan menghalang-halangi PT BPJ.

“Sebagai warga negara yang baik, tentu kami akan mematuhi regulasi yang
berlaku khususnya UU Pokok Agraria terkait masalah penggunaan akses jalan,” ucapnya.

Namun, kata Ketut, keputusan warga Dian Asri II sudah bulat untuk tidak
memberikan akses jalan.

Menurutnya, warga sebelumnya sudah memberikan kesempatan dialog untuk mencari titik temu yang terbaik, namun tidak mendapat respon positif.

Waktu itu sekitar tahun 2018, perwakilan pengembang mengirimkan surat
permintaan izin untuk membangun perumahan.

“Pengurus RW meminta dialog dengan pemilik perusahaan, namun
tidak mendapat tanggapan,” tutur Ketut.

Menurutnya, ini menunjukkan tidak adanya itikad baik dari pengembang.

Ketut juga mempertanyakan legalitas pembangunan perumahan PT BPJ.

“Apakah PT BPJ sudah mendapat izin dari Pemda Kabupaten Bogor, masih perlu dipertanyakan,” katanya.

Selain itu, karena pembangunan PT BPJ berdekatan lokasinya dengan perumahan yang sudah lebih dulu ada, seharusnya meminta izin dulu dengan Dian Asri II.

“Istilahnya sowan, ini tidak ada sama sekali, tahu-tahu sudah membangun
tembok pembatas, ya memang tidak salah si, tapi tetap harus beretika,” ucapnya.

Ia juga mempersoalkan dampak pembangunan perumahan terhadap lingkungan dan ketentraman warga.

Menurut Ketut yang merupakan pemborong, dalam hitung-hitungannya perumahan di lahan bekas empang dengan luas sekitar 5.000 m2, membutuhkan 30 ribu meter kubik tanah untuk pengurukan.

“Berapa banyak truk membawa tanah untuk menguruk emang, keluar masuk wilayah Dian Asri 2, tentu saja sangat mengganggu warga dan dampaknya terhadap lingkungan, ini yang menjadi alasan kami untuk tidak memberikan akses jalan,” kata Ketut.

Hal yang sama juga dikatakan warga bernama Mahadir.

Seperti warga lainnya, ia juga mendukung pengurus RW untuk tidak memberikan akses jalan kepada PT BPJ.

“Kami hanya ingin mengamankan aset, PT BPJ ingin membangun perumahan silakan, kami tidak bisa mengintervensi,” ucap Mahadir yang berprofesi sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Wilayah Cibinong.

Menurutnya, warga tetap tidak akan membuka akses jalan.

“Selain dampak lingkungan, pembangunan perumahan oleh PT BPJ juga akan menimbulkan kerugian materil dan immateril serta gangguan bagi warga Dian Asri 2 selama proses pembangunan berlangsung,” kata Mahadir.

Menurutnya, mereka sudah dua kali diundang untuk mediasi, tapi tidak pernah hadir, jadi warga ambil sikap tidak akan memberikan akses jalan.

Seperti halnya Ketut, Mahadir juga mempertanyakan apakah PT BPJ sudah mengantungi ijin lingkungan dari Pemda Kabupaten Bogor.

Kedua warga perumahan Dian Asri 2 Cibinong, Bogor mendukung pengurus RW 08 untuk terus maju di pengadilan hingga keluarnya keputusan yang berkekuatan hukum tetap.

Hingga saat ini, kasus gugatan PT BPJ terhadap warga Dian Asri 2 di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor masih berjalan. (wan)


BOGOR

Menjelang Ramadhan, Bupati Bogor, Ade Yasin Bagikan Sembako di Zona Rawan Pangan

Avatar

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin saat memberikan sembako kepada masyarakat di zona rawan pangan untuk persiapan Ramadhan. /Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Forkopimda memberikan bantuan berupa sembako sebanyak 500 paket, yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Karang Asem Barat Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, Jumat, 9 April 2021.

Baca Juga: Ade Yasin Buka Festival Film Pendek

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, pembagian paket sembako yang merupakan bantuan yang dikumpulkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor, adalah dalam rangka membantu masyarakat kurang mampu untuk persiapan menjelang memasuki bulan Ramadhan. 

“Isinya ada beras, minyak, gula dan mie instan, semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat menjelang bulan puasa ditengah pandemi Covid-19,” ujar Ade seperti dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Ade menambahkan, pembagian bantuan paket sembako Baznas tidak dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, melainkan hanya diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang masuk wilayah zona rawan pangan.

“Kita berikan cuma di titik rawan pangan saja, salah satunya wilayah Kecamatan Citeureup,” tutur Ade.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kumpul-kumpul yang menyebabkan kerumunan, karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

Baca Juga: Warga Perumahan Dian Asri II Cibinong Dukung Pengurus RW Lawan Gugatan PT BPJ

“Ingat Ramadhan kali ini kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19, tetap gunakan masker, kurangi kegiatan yang tidak perlu, lebih baik di rumah fokus ibadah dan puasa,mudah-mudahan ibadah puasa kita diberikan kelancaran dan pandemi segera berakhir,” ucap Bupati Bogor, Ade Yasin. (wan)


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Buka Festival Film Pendek

Avatar

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin membuka Festival Film Pendek Bogor tahun 2021./Dok. bogorkab.go.id

MEDIA EMITEN – Bupati Bogor, Ade Yasin membuka Festival Film Pendek Bogor tahun 2021 dengan tema “Kebudayaan Dalam Bidikan Sineas Bogor” dan Lomba Video Kreatif Profil Desa dengan tema “Desa Membangun Kabupaten Bogor Maju”.

Launching Festival Film Pendek dilaksanakan di Gedung Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Cibinong, 31 Maret 2021.

Baca Juga: Warga Perumahan Dian Asri II Cibinong Dukung Pengurus RW Lawan Gugatan PT BPJ

Festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Film Nasional dan menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 pada 3 Juni 2021. 

Ade optimistis festival ini bisa membangkitkan dunia perfilman Indonesia.

Bupati Ade Yasin mengatakan Festival Film Pendek merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mendorong berkembangnya industri ekonomi kreatif yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. 

“Dalam sektor ekonomi kreatif, industri perfilman merupakan salah satu subsektor yang tidak bisa dipisahkan dan menjadi bagian penting untuk membantu pemerintah dalam program pemulihan ekonomi daerah,” tutur Ade seperti dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id.

Ia menambahkan dalam rangka mendukung industri perfilman nasional, Pemkab Bogor pada pemberlakuan PPKM mikro perpanjangan periode terakhir telah memberikan relaksasi kepada beberapa sektor ekonomi kreatif dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, diantaranya dengan mengizinkan kembali bioskop untuk beroperasi. 

“Dalam Festival Film Pendek, akan dipotret tentang sejarah Bogor, adat istiadat, tradisi dan budaya, kuliner, serta potensi lainnya di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Festival Film Pendek Bogor terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), dengan catatan lokasi pengambilan video atau syutingnya harus di wilayah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, dengan diselenggarakannya Festival Film Pendek 2021, diharapkan akan lahir anak-anak muda kreatif, para sineas muda Bogor yang cinta terhadap sejarah dan kebudayaan Bogor, serta mampu melestarikannya untuk generasi mendatang, dan tentunya visi “Berkeadaban” Kabupaten Bogor dapat terwujud.

Hadir dalam launching tersebut Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Banyak Jalan Rusak, Pemkab Bogor Akan Tertibkan Truk ODOL

Sementara itu, total hadiah Festival Film Pendek Bogor yang dibuka Bupati Ade Yasin ini berjumlah Rp 70 juta.

Waktu pendaftaran mulai pada 15 April – 15 Mei 2021, penilaian oleh juri dilaksanakan pada 17 April – 30 Mei 2021. Pengumuman pemenang pada tanggal 3 Juni 2021. (wan)

 


Continue Reading

BOGOR

Ade Yasin Dapat Anugrah Bupati Peduli Radio dari Asosiasi LPPL Radio dan TV Indonesia

Avatar

Published

on

Bupati Bogor, Ade Yasin berfoto bersama Kadiskominfo, Irwan Purnawan usai acaraa Anugerah LPPL Award ke-2 tahun 2021. /Dok. bogorkab.go.id.

MEDIA EMITEN – Asosiasi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Indonesia menganugerahi Bupati Bogor, Ade Yasin sebagai Kepala Daerah Peduli Radio katagori media pemerintah.

Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Bogor Irwan Purnawan juga menerima penghargaan sebagai Pejabat Peduli Radio.

Penghargaan diberikan pada Anugerah LPPL Award ke-2 tahun 2021 di Villa Kampung Gunung, Kabupaten Kuningan, Kamis, 25 Maret 2021.

Baca Juga: Banyak Jalan Rusak, Pemkab Bogor Akan Tertibkan Truk ODOL

Seperti dikutip mediaemiten.com dari laman bogorkab.go.id dalam kegiatan Anugerah LPPL award ke-2 tersebut, Radio Tegar Beriman 95,3 FM juga terpilih kembali sebagai LPPL Radio terbaik ke-3 se-Indonesia.

Kemudian juga mendapatkan penghargaan host terbaik ke-3 di Program Suara Nusantara, serta meraih juara ke-2 Bintang Radio katagori Penyiar Radio.

Kepala Biro Humas Asosiasi LPPL Indonesia, Helen Marewise mengatakan, proses penjurian berlangsung secara bertahap selama tiga bulan.

Tahapan tersebut yakni dalam bentuk kunjungan langsung, wawancara, dan peninjauan siaran streaming.

“Aspek yang dinilai meliputi kreativitas program, legalitas, dan infrastruktur teknis.

Anugerah LPPL Award sudah berlangsung dua tahun, sedangkan penyelenggaraan di tahun 2021 adalah yang kedua kali.

Kadiskominfo Irwan Purnawan mengatakan, dengan adanya penganugerahan atau awarding ini, mutu siaran dari lembaga penyiaran khususnya Radio Tegar Beriman harus lebih baik dari sisi konten dan sumber daya manusianya.

Hal ini untuk mewujudkan Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengucapkan selamat atas raihan penghargaan yang diterima oleh Radio Tegar Beriman Diskominfo Kabupaten Bogor.

Ia meminta agar radio yang berada di frekuensi 95,3 FM ini meningkatkan kualitas program siaran. 

Simak Juga: Warga Perumahan Dian Asri II Cibinong Dukung Pengurus RW Lawan Gugatan PT BPJ

Menurutnya, peran LPPL Radio Tegar Beriman dalam pembangunan di Kabupaten Bogor sangat penting.

“Kita sepakat kontennya harus bersifat mendidik, menghibur, dan mengedukasi baik pengetahuan maupun mengedukasi pola pikir, tingkatkan terus  semangat kerja dan melahirkan karya-karya jurnalistik radio yang terbaik,” kata Ade Yasin. (SAT)  



Continue Reading

Trending