MEDIA EMITEN – Lesunya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 juga turut menghantam bisnis properti. Pendapatan emiten properti, PT Alam Sutera Tbk (ASRI) di tahun 2020 anjlok 59,33% dibandingkan realisasi tahun lalu dari Rp 3,47 triliun menjadi Rp 1,41 triliun.
Penurunan pendapatan dan sejumlah beban membuat perseroan menderita kerugian hingga Rp1,02 triliun atau berbalik dari posisi laba Rp1,01 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: BEI Revisi Target IPO Menjadi 54 Emiten Baru
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporan keuangan dipublikasi di Jakarta, yang dikutip mediaemiten.com, dilihat dari kontributor pendapatan, seluruhnya mengalami koreksi.
Pendapatan dari penjualan real estat turun 63,39% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,04 triliun.
Begitu pula pendapatan jasa hospitality dan sarana turun 14,56% yoy menjadi Rp 299,62 miliar dan pendapatan pariwisata anjlok paling dalam 81,92% yoy menjadi Rp 29,10 miliar.
Sementara Alam Sutera Realty mencatatkan total aset senilai Rp21,22 triliun pada akhir 2020, terdiri dari ekuitas senilai Rp 9,38 triliun dan liabilitas Rp11,84 triliun.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Perseroan menargetkan marketing sales tahun 2021 sebesar Rp 3,2 triliun atau naik 15% secara yoy.
Kenaikan penjualan ditopang dari residential.
Di tahun 2015-2019, presales ASRI tidak stabil lantaran perubahan besar dalam penjualan lahan.
Simak Pula: Nama Dicoret dari Daftar Penerima BST, Banyak Warga Pertanyakan Peran Menteri Risma
Alam Sutera banyak menjual lahan ke China Fortune Land Development International (CFLD).
Tapi tahun ini, penjualan lahan ke CFLD akan menurun atau stagnan seperti tahun 2020 yakni berkisar Rp 200 miliar.







