Jelang Pencoblosan Pilpres, Investor Saham Cenderung Lebih Hati-Hati

- Pewarta

Jumat, 5 April 2019 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Investor saham dinilai cenderung lebih berhati-hati menjelang hari pencoblosan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang sehingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diperkirakan akan relatif landai.

“Untuk pergerakan IHSG menjelang pemilu, menurut saya akan cenderung sideways karena investor akan lebih hati-hati menunggu pemenang pilpres,” kata Analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Mino menuturkan sejak akhir Januari 2019 indeks cenderung bergerak datar (sideways) dan kemungkinan hingga hari H pemilu nanti tidak akan ada perubahan tren.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibandingkan dengan pemilu 2014 lalu, IHSG justru menurun jelang pelaksanaan pemilu dan kembali meningkat setelah pemilu selesai.

Usai pemilihan presiden (pilpres) 2014 di mana Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dinyatakan menang sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, pasar langsung merespon positif karena program-program Jokowi-JK saat itu dinilai propasar seperti pencabutan subsidi bahan bakar dan pembangunan infrastruktur.

“Nah sekarang kalau yang menang Jokowi, responnya mungkin tidak jauh berbeda karena kebijakannya sama, tapi intensitas responnya mungkin tidak semasif dulu. Kalau yang menang Prabowo. saya pikir ada waktu tunggu untuk pasar merespons, karena narasi yang dibangun agak tidak propasar, contohnya tidak mau impor, tidak mau berhutang untuk bangun infrastruktur,” ujar Mino.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga mengatakan hal yang senada. Apabila Jokowi-Ma’ruf Amin memang, IHSG akan langsung menguat. Sedangkan jika Prabowo-Sandi yang menang, pelaku pasar akan cenderung menunggu.

“Investor masih akan wait and see menunggu program kerjanya. Jika bagus dan menguntungkan, maka pada akhirnya IHSG akan naik juga. Namun dalam masa wait and see tersebut, IHSG berpotensi melemah terbatas,” ujar William.

Menurut William, kondisi jelang hari pencoblosan memang berpengaruh besar terhadap pergerakan saham, di mana IHSG tidak bisa mengikuti kenaikan bursa saham Asia karena pasar Indonesia masih menanti hasil pemilu. Ia menilai IHSG trennya menurun, namun memang lebih landai sehingga terasa seperti datar.

“Setiap kali akan naik, pasti tertahan dan diturunkan lagi. Sudah terjadi sejak bulan lalu,” katanya. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru