Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka melemah dipengaruhi sentimen global.
IHSG dibuka melemah 86,67 poin atau 1,49 persen menjadi 5.733,99. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 21,59 poin atau 2,37 persen menjadi 893,38.
BACA JUGA : IHSG Ditutup Lanjutkan Penguatan Seiring Apresiasi Rupiah
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Kamis (11/10/2018), mengatakan konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang kembali memanas menekan bursa saham global.
“Trump menyatakan siap meningkatkan tarif impor lebih lanjut terhadap produk Tiongkok,” katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pergerakannya IHSG juga terbebani oleh kekhawatiran peningkatan inflasi di dalam negeri menyusul kenaikan bahan bakar minyak (BBM) non Subsidi.
Kendati demikian, lanjut dia, hasil survei ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bahwa keadaan ekonomi Indonesia menunjukkan hasil pertumbuhan positif meski sedang mengalami tekanan penurunan ekonomi global dapat menjadi sentimen yang menahan pelemahan IHSG lebih dalam.
Baca Juga:
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
“Ekonomi Indonesia dinilai semakin berkembang sehat dan bonus demografi akan semakin mempercepat pertumbuhan,” katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 922,50 poin (3,92 persen) ke 22.583,53, indeks Hang Seng melemah 862,57 poin (3,29 persen) ke 25.330,50, dan indeks Strait Times melemah 76,92 poin (2,46 persen) ke posisi 3.054,56. (zub)







