Wall Street Turun Tipis, Tertekan Kekhawatiran Laba dan Hubungan AS-China

- Pewarta

Jumat, 1 Maret 2019 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Indeks-indeks utama Wall Street turun tipis pada akhir perdagangan Jumat pagi (1/3/2019), karena dukungan dari data PDB AS yang lebih baik dari yang ditakutkan diimbangi oleh kekhawatiran tentang laba, dan hubungan perdagangan AS-China.

Juga pada Kamis (28/2/2019), Presiden Donald Trump mengatakan dia telah keluar dari KTT Vietnam-nya dengan Kim Jong Un karena tuntutan dari pemimpin Korea Utara untuk mencabut sanksi-sanksi yang dipimpin Amerika Serikat.

Data Departemen Perdagangan pada Kamis (28/2) menunjukkan bahwa sementara ekonomi AS gagal memenuhi target pertumbuhan tahunan 3,0 persen untuk 2018, kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan mendorong produk domestik bruto (PDB) naik 2,9 persen untuk tahun lalu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetapi investor berhati-hati, meskipun S&P telah naik 11 persen sepanjang tahun ini, pada saat yang sama ekspektasi untuk laba kuartal saat ini telah berubah negatif.

Itu adalah “pemutusan yang perlu direkonsiliasi” kata Manajer Portofolio dan Kepala Strategi Ekuitas Bank AS, Terry Sandven, di Minneapolis.

Analis Wall Street memperkirakan laba kuartal pertama turun 1,1 persen dibandingkan dengan perkiraan 1 Januari untuk pertumbuhan 5,3 persen, menurut data IBES dari Refinitiv.

“Minggu ini kita tidak memiliki penggerak arah. Laba kuartal keempat akan segera berakhir dan tidak ada berita tentang negosiasi perdagangan AS-China. Pada keseimbangan, kami akan berada pada periode konsolidasi dan pengurangan,” kata Sandven.

Investor juga tidak terkesan oleh jaminan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Kamis (28/2) bahwa negosiasi perdagangan AS-China bergerak maju setelah kemajuan “fantastis” yang dibuat minggu lalu.

“Tidak seperti sebulan yang lalu, di mana pernyataan oleh pejabat mungkin cukup untuk mendorong saham-saham lebih tinggi, itu tidak lagi. Sudah waktunya untuk kemajuan nyata,” kata Kepala Strategi Pasar Bruderman Asset Management, Oliver Pursche, di New York.

“Apa yang mendorong pasar turun dan menyaingi PDB adalah kekhawatiran tentang laba perusahaan.”

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 69,16 poin atau 0,27 persen menjadi 25.916,00 poin, S&P 500 kehilangan 7,89 poin atau 0,28 persen menjadi 2.784,49 poin dan Komposit Nasdaq turun 21,98 poin atau 0,29 persen menjadi 7.532,53 poin. S&P dan Dow keduanya mencatat kerugian hari ketiga berturut-turut pada Kamis (28/2).

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor material mencatat persentase penurunan terbesar dengan merosot 1,27 persen, diikuti sektor energi dengan penurunan 0,97 persen.
Sektor kesehatan turun 0,3 persen dengan tekanan dari UnitedHealth yang turun 3,0 persen di tengah kekhawatiran tentang potensi untuk sistem pembayar tunggal perawatan kesehatan AS.

Juga, Celgene Corp turun 8,6 persen setelah aktivis investor Starboard Value LP mengatakan akan memilih menentang pembuat obat Bristol-Myers Squibb Co yang mengusulkan akuisisi perusahaan biotek senilai 74 miliar dolar AS. Bristol-Myers naik 1,4 persen.

Booking Holdings Inc jatuh 10,96 persen setelah gagal memenuhi ekspektasi laba kuartalan dan merupakan saham tunggal penyeret terbesar di S&P. Yang juga menyeret S&P adalah HP Inc, yang anjlok sekitar 17,3 persen setelah melaporkan pendapatan yang meleset dari perkiraan analis.

Monster Beverage Corp melonjak 8,7 persen, menjadikannya peraih persentase pemenang terbesar di S&P, setelah mengalahkan estimasi Wall Street untuk pendapatan dan laba triwulanan.

Jumlah saham turun melebihi yang naik di NYSE dengan rasio 1,30 banding 1 dan di Nasdaq dengan rasio 1,41 banding 1. S&P 500 membukukan 40 tertinggi baru dan dua terendah baru dalam 52-minggu dan Komposit Nasdaq mencatat 57 tertinggi baru dan 34 terendah baru.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 8,22 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,34 miliar saham selama 20 sesi terakhir. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru