Protes di Hongkong Berlanjut, Polisi Huru-hara Amankan Parlemen

- Pewarta

Rabu, 27 Mei 2020 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Otoritas Hongkong mengerahkan polisi anti huru hara di sekitar Dewan Legislatif pada Rabu (27/5/2020).

Pengerahan polisi anti huru hara ini menyusul aksi unjuk rasa lanjutan yang dilakukan para aktivis memprotes rancangan undang-undang keamanan nasional yang diusulkan China. 

Para pengunjuk rasa kembali ke jalan-jalan di kota Hongkong setelah China mengusulkan undang-undang keamanan nasional pada pekan lalu. Usulan ini memicu kekhawatiran global bahwa China berniat untuk mengakhiri kebebasan bagi Hongkong. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meskipun kamu takut di dalam hatimu, kamu perlu beribicara,” kata Chang salah seorang pengunjuk rasa, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (27/5/2020). 

Pengunjuk rasa lain terlihat dengan spanduk bertuliskan “satu negara, dua sistem adalah dusta” atau mengacu pada sistem politik yang diberlakukan saat serah terima yang dimaksudkan untuk menjami kebebasan Hongkong sampai 2047. 

“Aku takut jika kamu keluar hari ini, kamu tidak akan pernah bisa keluar. Ini adalah undang-undang yang secara langsung mempengaruhi kita,” kata Ryan Tsang, seorang manajer hotel.

Sebelumnya, pada pekan lalu Beijing meluncurkan rencana untuk undang-undang keamanan nasional untuk Hongkong yang bertujuan untuk mengatasi pemisahan diri, subversi dan kegiatan teroris. 

Polisi Hongkong dilaporkan telah menangkap dua pria berusia 15 dan 18 tahun yang diduga membawa beberapa bom molotov dalam aksi unjuk rasa tersebut. (rad)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB