Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Data menunjukkan pelepasan saham Nissan oleh Mercedes-Benz senilai Rp5,4 triliun memberi tekanan signifikan, menambah daftar tantangan industri otomotif global.

- Pewarta

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mercedes-Benz resmi keluar dari kepemilikan saham Nissan Motor. (Pixabay.com/Tama66)

Mercedes-Benz resmi keluar dari kepemilikan saham Nissan Motor. (Pixabay.com/Tama66)

APA jadinya bila salah satu investor besar tiba-tiba melepas sahamnya, sementara perusahaan sedang tertekan oleh penjualan yang lesu dan persaingan makin ketat?

Itulah yang dialami Nissan Motor pada perdagangan Selasa, 26 Agustus 2025, ketika sahamnya mendadak anjlok setelah Mercedes-Benz mengumumkan penjualan seluruh kepemilikannya.

Saham Nissan Motor di bursa Tokyo tercatat merosot hingga 6,7 persen pada sesi perdagangan sebelum akhirnya ditutup melemah sekitar 6 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menjadi salah satu penurunan paling tajam bagi Nissan dalam beberapa bulan terakhir dan langsung memicu kekhawatiran investor.

Mercedes-Benz melepas kepemilikan sahamnya di Nissan sebesar 3,8 persen dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai 346 juta dolar AS atau sekitar Rp5,4 triliun.

Menurut laporan Reuters, langkah itu menjadi pukulan tambahan bagi Nissan yang memang sedang berjuang menghadapi tekanan industri otomotif global.

Mercedes-Benz Menyebut Penjualan Saham Bukan Keputusan Strategis

Mercedes-Benz menegaskan pelepasan saham Nissan dilakukan semata-mata untuk merapikan portofolio investasi perusahaan yang sudah direncanakan sejak lama.

“Saham ini tidak dianggap strategis, sehingga penjualan dilakukan sebagai bagian dari bersih-bersih portofolio,” kata pihak Mercedes-Benz dikutip dari Reuters.

Perusahaan asal Jerman itu menyebut saham Nissan sebenarnya sudah lama dialihkan ke dana pensiun sejak 2016, sehingga pelepasannya tidak memengaruhi strategi utama.

Mercedes-Benz menambahkan porsi saham Nissan hanya menyumbang 2,7 persen dari total aset yang mereka kelola, jauh di bawah kepemilikan Daimler Truck yang mencapai hampir 93 persen.

Posisi Nissan Kian Sulit di Tengah Tekanan Global Otomotif

Sebelum pelepasan ini, Mercedes-Benz tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Nissan, setelah Renault yang masih menguasai 35,7 persen kepemilikan.

Menurut data LSEG, posisi Mercedes-Benz sebelumnya cukup penting dalam struktur kepemilikan Nissan, namun kini otomatis melemahkan dukungan eksternal terhadap perusahaan Jepang itu.

Nissan sendiri tengah menghadapi banyak tantangan mulai dari penurunan penjualan global, tekanan tarif mobil di Amerika Serikat, hingga persaingan ketat kendaraan listrik melawan produsen Tiongkok.

“Pelepasan saham ini memperburuk tekanan terhadap Nissan, yang memang sedang menghadapi banyak masalah,” tulis Reuters dalam laporannya.

Nissan Pernah Gagal Merajut Aliansi Strategis Dengan Honda

Sebelumnya, Nissan sempat menjajaki kemungkinan aliansi dengan Honda yang bila terwujud akan menjadikan mereka produsen mobil terbesar ketiga di dunia.

Namun rencana besar itu kandas pada Februari 2025, menyisakan Nissan dalam posisi sulit menghadapi gempuran produsen global lainnya.

Upaya restrukturisasi juga dilakukan pada Mei 2025 dengan memangkas sekitar 11.000 karyawan serta menutup tujuh pabrik di berbagai negara demi menekan biaya produksi.

Meski Amerika Serikat menurunkan tarif impor mobil dari 25 persen menjadi 15 persen, langkah itu belum cukup untuk mendorong harga saham Nissan kembali stabil.

Investor Makin Waspada Setelah Saham Nissan Merosot Dalam

Sejak awal 2025, saham Nissan sudah merosot lebih dari 29 persen di bursa, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap masa depan perusahaan.

Kini, setelah Mercedes-Benz resmi melepas kepemilikannya, banyak investor diperkirakan akan semakin berhati-hati dalam mengambil posisi di saham Nissan.

Situasi ini menambah daftar panjang tantangan Nissan yang harus segera mencari strategi baru agar mampu kembali bersaing di tengah transisi besar industri otomotif global.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Seorang WNI Meninggal Dunia di Kawasan Jashore, Imbas Keusuhan yang Terjadi di Negara Bangladesh

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Elong Hotel Technology Perkuat Strategi “Eco-Going Global”

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:24 WIB