Pasar Modal Indonesia Atraktif Tawarkan Keuntungan

- Pewarta

Jumat, 16 November 2018 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pasar modal Indonesia dinilai masih menawarkan keuntungan yang atraktif bagi investor seiring dengan rendahnya valuasi harga.

“Penyesuaian ekspektasi investor terhadap pasar saham Indonesia membuat valuasinya turun ke tingkat yang atraktif. ‘Level price earning ratio’ (PER) pasar saham Indonesia saat ini di bawah rata-rata lima tahun,” kata Spesialis Investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Dimas Ardhinugraha dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (15/11/2018)

PER merupakan salah satu indikator di pasar modal dalam menentukan pilihan saham. PER yang kecil akan lebih menarik dibandingkan dengan PER tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dimas Ardhinugraha menambahkan kepemilikan investor asing di pasar saham domestik juga sudah rendah karena banyaknya dana keluar (outflow) sejak 2017 lalu.

“Kondisi itu menjadikan risiko ‘outflow’ lanjutan menjadi lebih terbatas,” ujarnya.

Dari sisi fundamental, lanjut dia, kinerja keuangan emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menunjukkan pertumbuhan laba yang positif pada 2018 ini.

Untuk pasar obligasi, Dimas Ardhinugraha mengatakan, juga pada tingkat yang atraktif. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun saat ini di kisaran 8,5 persen.

“Imbal hasil itu menjadi salah satu yang tertinggi dengan peringkat ‘investment grade’, sehingga obligasi Indonesia sangat menarik di mata investor asing,” katanya.

Ia menambahkan dana asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi di kuartal III tahun ini, setelah keluar sebesar 2 miliar dolar AS pada periode sebelumnya.

“Investor asing membukukan pembelian 1,4 miliar dolar AS pada kuartal III. Mengindikasikan kalau pasar obligasi Indonesia masih tetap menarik di mata investor,” katanya. Demikian seperti dilansir Industry.co.id (*)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB