Pakar : Siklus Anggaran Politis Terjadi pada RAPBN 2019

- Pewarta

Rabu, 29 Agustus 2018 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati.

Mediaemiten.com, Jakarta – Pakar anggaran dan dosen ekonomi UI, Muliadi Wijaja mengatakan bahwa “political budget cycle” atau siklus anggaran politis juga terjadi di dalam RAPBN 2019.

“Political budget cycle memang terjadi pada RAPBN 2019,” kata Muliadi Wijaja dalam acara perayaan HUT ke-23 Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Menurut Muliadi, indikasi dari hal tersebut dapat dilihat dari sisi penerimaan, bahwa siklus anggaran politis antara lain dari kebijakan penurunan tarif pajak penghasilan final UMKM awalnya satu persen dari omset menjadi 0,5 persen dari omset, serta dari adanya sejumlah insentif berupa “tax holiday”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan dari sisi pengeluaran, lanjutnya, fenomena tersebut terjadi antara lain lewat belanja pegawai, belanja modal, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial atau bansos.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati memaparkan bahwa saat ini memang ada sejumlah tantangan eksternal seperti normalisasi moneter AS, perang dagang AS-China, proteksionisme antarnegara, kenaikan harga minyak global, serta ketegangan dan konflik geopolitik, tetapi juga jangan dilupakan adanya tantangan domestik seperti stagnasi ekonomi, menurunnya daya beli dan produktivitas, serta depresiasi nilai tukar rupiah.

Enny Sri Hartati mengingatkan bahwa salah satu sasaran nawacita adalah meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi data perekomian nasional triwulan kedua 2017 menunjukkan bahwa produktivitas yang tumbuh dinilai hanya yang sifatnya konsumtif dan bukan yang produktif.

Terkait dengan bansos, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tak khawatir terkait kritik oleh DPR kepada pemerintah soal kenaikan dana bantuan sosial (bansos) dalam RAPBN 2019 yang dinilai bermuatan politis.

“Saya enggak perlu terlalu khawatir terhadap hal itu. Semua partai kan menginginkan untuk mengurangi kemiskinan, itu konsisten kami lakukan. Memperbaiki kinerja ekonomi, itu kami lakukan juga. Hati-hati dan waspada, itu juga kami lakukan. Jadi sesuai,” ujar Sri Mulyani usai Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dalam RAPBN 2019, pemerintah menaikkan anggaran untuk program perlindungan sosial dari Rp287,7 triliun pada 2018 menjadi Rp381 triliun. Alokasi anggaran bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tahun depan pun meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp34,4 triliun dibandingkan pada 2018 yang hanya Rp17 triliun.

Sebelumnya, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan percepatan penyaluran bantuan sosial hingga 31 Juli 2018 dilakukan untuk mengurangi dampak kemiskinan dan mendorong kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Askolani dalam jumpa pers perkembangan APBN terkini di Jakarta, Selasa (14/8/2018), menyebutkan bantuan sosial ini dimanfaatkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun program bidikmisi.

Untuk PKH, ia menjelaskan program ini menjadi salah satu pemicu cepatnya realisasi bantuan sosial yang sudah mencapai Rp56,24 triliun atau 72,79 persen dari pagu Rp77,26 triliun hingga akhir Juli 2018.Budi Suyanto. (raz)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB