Menkeu : Mayoritas Pemicu Depresiasi Rupiah Faktor Eksternal

- Pewarta

Kamis, 4 Oktober 2018 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mayoritas pemicu depresiasi kurs rupiah hingga lebih dari Rp15.000 per dolar AS karena banyak dipengaruhi faktor eksternal. “Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar,” kata Menkeu Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/10/2018). Ia mencontohkan pada Rabu (3/10/2018), ada pengaruh sentimen dari Italia yang defisit APBN-nya cukup besar.

“Sekarang Itali komitmen menurunkan defisit APBN, lalu juga ada sentimen yang lain,” katanya. Sementara dari sisi domestik, menurut dia, pemerintah terus mewaspadai posisi neraca pembayaran. “Ini masih harus dikendalikan dengan baik,” katanya. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menyebutkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter juga sudah melakukan langkah-langkah bauran kebijakan.

“Bauran kebijakan dari BI itu termasuk yang berhubungan dengan suku bunga, dengan makro prudensial dan kebijakan mereka mengenai intervensi untuk menciptakan suatu perubahan yang bisa diserapatau disesuaikan oleh perekonomian,” katanya. Sementara dari sisi fiskal, menurut dia, pemerintah akan terus melaksanakan berbagai keputusan yang telah disepakati sebelumnya. Pemerintah terus memonitor impor utamanya impor barang konsumsi dan baranh yang diproduksi dalam negeri.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan impor 1.147 jenis barang akan dilihat setiap minggu dan posisi terakhir sudah menunjukkan penurunan namun akan dilihat perkembangannua pada Oktober minggu pertama ini. “Untuk BBM, yang merupakan komponen impor terbesar, kami harap penerapan B-20 bisa mengurangi impor BBM. Akhir September terjadi kenaikan penggunaan biofuel dan kami akan lihat,” katanya. (gus)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru