MEDIA EMITEN – PT Bank Syariah Indonesia Tbk(BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,26 triliun pada akhir tahun 2022, atau naik 40,6% dibanding akhir tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 3,028 triliun.
Hasil itu meningkatkan laba per saham dasar ke level Rp 102,54 per lembar, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp 73,69.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten bank syariah itu yang diunggah pada laman perseroan, Rabu 1 Februari 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan keuangan BSI, lonjakan laba ini terjadi seiring dengan peningkatan pendapatan penyaluran pembiayaan sebesar 10% yoy. Pada 2021, pembiayaan BRIS mencapai Rp18,6 triliun, sedangkan tahun lalu melonjak menjadi Rp20,46 triliun.
Peningkatan laba BSI juga terdorong oleh pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang naik 25% dari Rp 1,2 triliun pada 2021 menjadi Rp 1,5 triliun pada 2022. Ini membuat laba operasional BSI naik dari Rp 4,09 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp 5,64 triliun pada 2022.
Dari sisi rasio profitabilitas, BSI mencatatkan peningkatan net operating margin (NOM) 42 basis poin (bps) menjadi 2,17 pada 2022. Sementara posisi return on equity (ROE) sebesar 16,84% dan return on asset (ROE) 1,98% sepanjang 2022.
Perseroan mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 207,7 triliun pada 2022, naik 21,3% yoy. Pertumbuhannya ditopang oleh kemampuan BSI dalam menjaga kualitas pembiayaan.
Rasio pembiayaan macet atau nonperforming financing (NPF) gross BSI turun dari 2,9% tahun 2021 menjadi 2,4% pada 2022. Lalu, NPF nett BSI juga turun dari 0,8% pada 2021 menjadi 0,5% tahun 2022.
Baca Juga:
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
Pertumbuhan pembiayaan BSI membuat total asetnya melonjak dari Rp 265,28 triliun pada 2021 menjadi Rp 305,72 triliun pada 2022.
Dari sisi pendanaan, BSI juga mencatat peningkatan dana simpanan wadiah berupa giro dan tabungan, yakni 13,28% ( yoy) menjadi Rp 66,01 triliun. Kemudian, dana investasi non profit sharing naik 11,06% ke angka Rp 195,47 triliun.







