Laba BRIS Naik 40,6% Jadi Rp 4,26 Triliun

- Pewarta

Rabu, 1 Februari 2023 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)/IST.

Foto ilustrasi: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)/IST.

MEDIA EMITEN – PT Bank Syariah Indonesia Tbk(BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,26 triliun pada akhir tahun 2022, atau naik 40,6% dibanding akhir tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 3,028 triliun.

Hasil itu meningkatkan laba per saham dasar ke level Rp 102,54 per lembar, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp 73,69.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten bank syariah itu yang diunggah pada laman perseroan, Rabu 1 Februari 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan keuangan BSI, lonjakan laba ini terjadi seiring dengan peningkatan pendapatan penyaluran pembiayaan sebesar 10% yoy. Pada 2021, pembiayaan BRIS mencapai Rp18,6 triliun, sedangkan tahun lalu melonjak menjadi Rp20,46 triliun.

Peningkatan laba BSI juga terdorong oleh pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang naik 25% dari Rp 1,2 triliun pada 2021 menjadi Rp 1,5 triliun pada 2022. Ini membuat laba operasional BSI naik dari Rp 4,09 triliun pada akhir 2021 menjadi Rp 5,64 triliun pada 2022.

Dari sisi rasio profitabilitas, BSI mencatatkan peningkatan net operating margin (NOM) 42 basis poin (bps) menjadi 2,17 pada 2022. Sementara posisi return on equity (ROE) sebesar 16,84% dan return on asset (ROE) 1,98% sepanjang 2022.

Perseroan mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 207,7 triliun pada 2022, naik 21,3% yoy. Pertumbuhannya ditopang oleh kemampuan BSI dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Rasio pembiayaan macet atau nonperforming financing (NPF) gross BSI turun dari 2,9% tahun 2021 menjadi 2,4% pada 2022. Lalu, NPF nett BSI juga turun dari 0,8% pada 2021 menjadi 0,5% tahun 2022.

Pertumbuhan pembiayaan BSI membuat total asetnya melonjak dari Rp 265,28 triliun pada 2021 menjadi Rp 305,72 triliun pada 2022.

Dari sisi pendanaan, BSI juga mencatat peningkatan dana simpanan wadiah berupa giro dan tabungan, yakni 13,28% ( yoy) menjadi Rp 66,01 triliun. Kemudian, dana investasi non profit sharing naik 11,06% ke angka Rp 195,47 triliun.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB