Kemenkeu Masih Kaji Penerbitan Panda Bond

- Pewarta

Kamis, 9 Agustus 2018 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Kementerian Keuangan mengaku masih mengkaji penerbitan obligasi atau surat berharga negara (SBN) dalam denominasi mata uang China, renminbi yakni Panda Bond.

“Sebelum masuk ke pasar baru, kami harus mengkaji dulu terhadap kebutuhan kepentingan portofolio kita, terhadap kebutuhan perluasan bisnis investasi kita, terhadap keperluan misalnya acuan harga korporasi dan pertimbangan lainnya,” kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting dalam diskusi mengenai obligasi berdenominasi renminbi di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Loto menjelaskan selama ini pemerintah memang belum pernah menerbitkan SBN dalam denominasi renminbi. Kementerian Keuangan baru menerbitkan SBN dalam valuta asing berupa dolar AS, euro, dan yen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, kajian untuk menerbitkan SBN dalam denominasi renminbi telah dilakukan sebelumnya. Kala itu, lanjutnya, regulasinya belum sejelas pasar yang telah terlebih dahulu dimasuki Indonesia.

“Sehingga waktu itu kami anggap tunggu dulu karena mereka dalam proses penyempurnaan peraturan. Kalau sudah clear (jelas) aturan mainnya, nanti kami bisa masuk,” katanya.

Loto juga mengungkapkan seiring dengan perkembangan yang ada, Panda Bond ternyata dinilai lebih murah dibandingkan Dim Sum Bond yang sebelumnya juga pernah dikaji.

Sayangnya, meski lebih murah, belum ada aturan yang jelas mengenai penerbitannyanya. Terlebih obligasi tersebut kala itu masih belum dikenal baik.

“Tapi ada waktu-waktu tertentu di mana Dim Sum Bond yang lebih murah. Waktu juga kami pertimbangkan. Semua pertimbangan kami kaji. Tapi kalau dilihat dari kebutuhan kami, portofolio utang kami sangat kecil dalam renminbi,” katanya.

Dengan demikian, Loto menyebut tidak menutup kemungkinan ke depan pemerintah untuk menerbitkan Panda Bond meski ia menekankan perlu terus melihat progres aturannya.

“Bank of China tadi bilang mau memberikan fasilitas swap sehingga kita bisa bayar dalam dolar AS atau euro, tapi ke investor dia akan menyediakan renminbinya. Itu nanti kita kaji dulu,” tuturnya.

Bank of China menawarkan potensi pembiayaan alternatif Panda Bond yang diterbitkan oleh penerbit obligasi dari suatu negara di luar China dan diperdagangkan pada pasar China. Produk pendanaan alternatif business to business itu (B2B) tidak memerlukan fasilitas dari pemerintah.

Country Manager Bank of China Zhang Chao mengatakan Panda Bond dapat membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memilih obligasi yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, di mana untuk pertama kalinya investor dan peminjam dapat memasuki pasar baru untuk melakukan diversifikasi dari sumber dana yang biasa mereka gunakan.

“Selain penerbitan Panda Bond dengan kemampuan hedging, kami juga bekerja sama dengan rekan-rekan kami di Jakarta untuk mengusulkan produk dan layanan teasury lainnya kepada klien kami,” ujar Zhang.

Dia mengatakan, Bank of China mengeluarkan Panda Bond sebagai sumber pendanaan pertama yang menggunakan mata uang yuan.

Panda Bond, lanjut dia, memiliki sistem hedging sehingga volatilitas dan fluktuasi dari mata uang renminbi China juga jauh lebih baik dibandingkan dengan mata uang dolar AS. (aij)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB