Kemenkeu : Investor Masih Tertarik Surat Berharga Negara

- Pewarta

Rabu, 15 Agustus 2018 - 03:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan investor Surat Berharga Negara (SBN) masih tertarik dengan obligasi milik pemerintah Indonesia, meski saat ini sedang terjadi tekanan global yang dipicu oleh perlemahan mata uang Lira Turki.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman dalam jumpa pers perkembangan APBN terkini di Jakarta, Selasa (14/8), mengatakan hal ini terlihat dari tingginya penawaran yang masuk dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) rutin pada Selasa (14/8/2018).

“Di tengah keraguan pasar karena eskalasi perkembangan di Turki, lelang kami melebihi target Rp10 triliun, dengan incoming bid Rp34 triliun dan kami menangkan Rp16,5 triliun,” ujar Luky.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan penyerapan dana yang tinggi dari lelang enam seri SUN terjadwal ini memperlihatkan adanya kepercayaan dari para investor terhadap fundamental perekonomian Indonesia.

Untuk itu, meski ketidakpastian global diperkirakan masih melanda pada semester II-2018, pemerintah masih menjalankan rencana pembiayaan melalui penarikan pinjaman maupun penerbitan SBN. Baca juga: KSSK cermati tekanan pada kurs dan SBN

“Kami sudah mendapatkan komitmen 2,5 miliar dolar AS yang bisa dicairkan tahun ini dan depan, kemudian mekanisme private placement tidak melalui lelang, serta kami optimalkan lelang seperti hari ini,” ujar Luky.

Ia juga memastikan adanya penerbitan obligasi ritel untuk pendalaman pasar di dalam negeri seperti Saving Bonds Ritel (SBR 004), Obligasi Negara Ritel (ORI015) dan sukuk tabungan di semester II-2018.

Dalam kesempatan ini, Kemenkeu mencatat realisasi pembiayaan utang hingga akhir Juli 2018 telah mencapai Rp205,57 triliun dari target Rp399,22 triliun yang ditetapkan dalam APBN atau sebesar 51,49 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017, maka realisasi pembiayaan utang ini mengalami pertumbuhan negatif 30,64 persen.

Realisasi pembiayaan utang, yang tercermin dari penerbitan SBN, selalu menurun sejak 2016, karena sejalan dengan upaya untuk mengurangi biaya utang, adanya pengelolaan cash management , serta pertimbangan volatilitas pasar keuangan.

Sementara itu, rasio utang pemerintah per akhir Juli 2018 tercatat sebesar 29,7 persen terhadap PDB, dengan outstanding mencapai Rp4.253,02 triliun, atau masih di bawah batas yang diperkenankan dalam UU sebesar 60 persen terhadap PDB.

Komposisi utang tersebut terdiri dari pinjaman sebesar 18,33 persen dan penerbitan SBN, termasuk SUN dan sukuk, sebesar 81,35 persen. (sat)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB