Ini 4 Saham yang Direkomendasikan MNC Sekuritas pada Perdagangan 17 Februari

- Pewarta

Rabu, 17 Februari 2021 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Selasa, 16 Februari 2021 ditutup menguat sebesar 0,4% ke level 6,292 poin.

Posisi IHSG saat ini sudah menembus resistance 6,287.

Selama IHSG belum terkoreksi ke bawah 6,156, MNC Sekuritas dalam risetnya masih memperkirakan adanya potensi penguatan lanjutan ke area 6,330 untuk membentuk wave B.

Namun dapat diperhatikan, selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,505, maka IHSG masih rentan koreksi membentuk wave C.

“Terlebih jika IHSG secara agresif terkoreksi ke bawah 6,156 atau bahkan 6,069 dalam jangka pendek,” tulis riset itu seperti dikutip Mediaemiten dari laman mncsekuritas.id, Rabu, 17 Februari 2021.

Sebagai bahan informasi, wave atau gelombang yang dimaksud adalah bagian dari Teori Gelombang Elliot yang kerap digunakan dalam analisis teknikal.

Dalam teori ini, pergerakan pasar mengikuti siklus psikologi berdasarkan sentimen pasar, bergantian membentuk pola bearish atau tren indeks saham turun dan bulish atau tren naik.

Pada perdagangan bursa hari ini, MNC Sekuritas memperkirakan level support atau batas bawah penurunan pada 6.156 dan 6.069.

Adapun level resistance atau batas atas kenaikan pada 6.322 dan 6.505.

Untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham. Berikut ulasan singkatnya.

PT Indika Energy Tbk (INDY)

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness (beli saham di harga bawah dan jual saham di harga resisten puncak).

Pada transaksi kemarin, saham INDY ditutup menguat 0,7% ke level 1.530.

Selama INDY tidak terkoreksi ke bawah 1.455, maka diperkirakan saat ini posisi INDY sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave 5.

Hal tersebut berarti, INDY berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on weakness direntang 1.500- 1.530

Target price diposisi 1.615, 1.720 dan stop loss di bawah 1.455.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

MNC Sekuritas merekomendasikan saham TLKM buy on weakness.

TLKM ditutup terkoreksi tipis 0,3% ke level 3.210 pada perdagangan kemarin.

Posisi TLKM saat ini diperkirakan sedang berada pada awal dari wave [iii] dari wave 5, sehingga masih berpeluang untuk menguat.

Skenario ini akan gagal bila TLKM terkoreksi ke bawah 3.160.

Buy on weakness direntang 3.190-3.210.

Target price diposisi 3.500, 3.800 dan stop loss di bawah 3.160.

PT Wijaya Karya Beton (WTON)

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

MNC Sekuritas merekomendasikan saham WTON buy on weakness.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Pada perdagangan kemarin, saham WTON ditutup di level 378.

Saat ini, posisi WTON kami perkirakan sedang berada bagian dari wave [c] dari wave B.

Hal tersebut berarti, WTON masih berpeluang menguat kembali untuk membentuk akhir dari wave [c] dari wave B.

Buy on weakness direntang 368-378.

Target price diposisi 400, 450 dan stop loss di bawah 340.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

MNC Sekuritas merekomendasikan saham BMRI sell on strengh (menjual saham ketika harga bergerak naik cuku signifikan dalam waktu singkat).

BMRI bergerak terkoreksi tipis 0,4% ke level 6,475 pada perdagangan kemarin.

MNC Sekuritas memperkirakan, pergerakan tersebut merupakan bagian dari wave [c] dari wave B dari wave (B), sehingga penguatan BMRI akan relatif terbatas dan rawan terkoreksi.

Adapun rentang koreksi BMRI berada pada 5.600-6.000 dan akan terkonfirmasi bila BMRI koreksi ke bawah 6.200.

Sell on strengh pada rentang 6,500-6,800. (wan)

Berita Terkait

Permudah Pembayaran Premi Asuransi, BRI Jalin Kerja Sama dengan Manulife Indonesia
Vesri Majalah Bisnis Global Fortune, PT Waskita Karya Tbk Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500
PT Sinarmas Asset Management Kolaborasi dengan Artificial Intelligence untuk Hasilkan Return yang Lebih Baik
Maskapa Penerbangan PT Garuda Indonesia Beberkan Sejumlah Strategi untuk Meraih Rp49 Triliun pada 2024
Platform Marketplace Tokopedia dan TikTok Shop Bergabung, Perusahaan Mulai Melakukan Restrukturisasi
BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024
Dukung Pemimpin Berprestasi, Harian Investor Luncurkan Majalah Digital atau eMagz Investor Weekly
Harga Tahu dan Tempe Berpotensi Alami Kenaikan Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 18:18 WIB

Permudah Pembayaran Premi Asuransi, BRI Jalin Kerja Sama dengan Manulife Indonesia

Rabu, 10 Juli 2024 - 09:24 WIB

Vesri Majalah Bisnis Global Fortune, PT Waskita Karya Tbk Masuk dalam Daftar Fortune Southeast Asia 500

Selasa, 9 Juli 2024 - 11:30 WIB

PT Sinarmas Asset Management Kolaborasi dengan Artificial Intelligence untuk Hasilkan Return yang Lebih Baik

Kamis, 4 Juli 2024 - 11:17 WIB

Maskapa Penerbangan PT Garuda Indonesia Beberkan Sejumlah Strategi untuk Meraih Rp49 Triliun pada 2024

Kamis, 4 Juli 2024 - 09:36 WIB

Platform Marketplace Tokopedia dan TikTok Shop Bergabung, Perusahaan Mulai Melakukan Restrukturisasi

Rabu, 3 Juli 2024 - 11:00 WIB

BRI Tampilkan Perjalanan Transformasi Digital di Product Development Conference 2024

Senin, 1 Juli 2024 - 09:48 WIB

Dukung Pemimpin Berprestasi, Harian Investor Luncurkan Majalah Digital atau eMagz Investor Weekly

Sabtu, 29 Juni 2024 - 15:57 WIB

Harga Tahu dan Tempe Berpotensi Alami Kenaikan Akibat Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Berita Terbaru