MEDIA EMITEN – PT Indocement Indonesia Tbk (INTP) akan menekan ekspansi bisnis dan lebih menggenjot ekspor.
Christian Kartawijaya, Direktur Utama PT Indocement Indonesia Tbk mengatakan perseroan belum ada rencana ekspansi pabrik di tahun ini karena pasar masih oversuplai 55 juta ton.
“Ini sangat tidak logis kalau ekspansi di tahun ini di saat kapasitas produksi semen dalam negeri oversuplai 115 juta ton, tetapi konsumsi baru 62 juta,” katanya dalam paparan publik secara virtual di Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun menurutnya, peluang ekspansi masih terbuka di tahun depan dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar.
Ia menambahkan, saat ini kondisi pasar yang oversuplai selain disebabkan banyaknya pemain baru juga kondisi cuaca yang mempengaruhi rendahnya konsumsi semen dalam negeri.
Untuk mensiasati hal tersebut, Indocement akan terus menggenjot ekspor semen klinker.
Tahun ini, perseroan menargetkan ekspor naik 20-25% menjadi 600 ribu ton dari tahun lalu 400 ribu ton.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Apalagi, ucap Christian, perseroan mendapatkan kontrak jangka panjang ekspor semen klinker 147 ribu-255 ribu ton ke Brunai Darussalam dan juga China.
Perseroan, masih menaruh asa ada kenaikan penjualan semen pasca lebaran.
Pasalnya, saat ini geliat pasar properti menjadi faktor permintaan pasar semen perseroan meningkat kendati untuk proyek infrastruktur belum mendominasi.
”Realisasi penjualan sampai Februari 2021, industri semen catat positif dan bahkan minggu kedua di bulan positif dengan dominasi penjualan di residensial,”tutur Christian.
Ia menambahkan, , kebijakan pemerintah dengan bunga KPR rendah dan uang muka 0% memberikan sentiment dan geliat sektor properti kembali tumbuh sehingga mampu mengerek penjualan semen.
Kedepan, perseroan akan terus meningkatkan pangsa pasar dengan membidik pulau Sumatera seiring dengan kenaikan pangsa pasar Indocement 25,5% menjadi 25,8%.
“Dalam memperluas pangsa pasar, kita sudah membikin terminal di Lampung dan Palembang karena pulau Sumatera mulai berkembang baik setelah Jawa,” katanya.
Menurutnya, fakrtor lainnya, hadirnya jalan tol Trans Sumatera juga membuat geliat ekonomi juga ikut naik sehingga berdampak pada meningkatnya permintaan semen.
Selain itu, perseroan juga telah membuat terminal floating di Konawe untuk masuk pasar di Sulawesi.
Diharapkan dengan hadirnya terminal tersebut bisa membawa angkutan semen lebih efektif dan efisien.
Baca Juga:
Perseroan juga merilis produk semen Rajawali untuk penetrasi pasar semen di kelas curah dengan kualitas bagus dan harga cukup kompetitif.
Disamping itu, Indocement juga mulai memperkenalkan semen ramah lingkungan dengan kualitas tinggi.
Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan modal kerja atau capex Rp 1,1 triliun atau naik 10% dari tahun lalu. (wan)
Baca Juga:Menperin: Honda Akan Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia









