Indocement (INTP) Incar Pertumbuhan Volume Penjualan hingga 4 Persen

- Pewarta

Rabu, 22 Mei 2019 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)/Dok

Foto ilustrasi: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)/Dok

Mediaemiten.com, Jakarta — PT Indocement Tunggal Prakarsa mengincar pertumbuhan volume penjualan di kisaran 3%—4% tahun ini sejalan potensi peningkatan pasar infrastruktur dan properti pada semester II/2019.

Direktur Utama Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya menjelaskan bahwa permintaan semen sampai dengan periode berjalan April 2019 masih terkoreksi 2,9%. Pihaknya berharap akan terjadi pertumbuhan setelah Lebaran dan pengumuman Pemilihan Umum 2019.

“Indocement masih percaya setahun ini volume penjualan akan bertumbuh 3%—4%,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/5/2091).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Optimisme itu, lanjut dia, sejalan dengan potensi dari peningkatan pembangunan infrastruktur dan pasar properti yang akan menggeliat pada semester II/2019. Permintaan untuk klinker domestik juga diprediksi akan tumbuh dan perseroan akan memenuhi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, emiten berkode saham INTP itu membukukan volume penjualan semen 4,2 juta ton hingga kuartal I/2019. Realisasi itu lebih rendah 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari total konsumsi semen nasional 15,7 juta ton per akhir Maret 2019, pangsa pasar produsen semen itu sekitar 26%.

Christian menyebut perseroan belum menaikkan harga penjualan semen pada 2019. Kondisi pasar menurutnya masih terbilang lesu.

“Kalau permintaan sedang kurang tidak bisa naik,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap dapat menaikkan harga pada semester II/2019. Strategi itu sejalan dengan potensi meningkatnya permintaan semen.

Kenaikan harga, sambung dia, akan tergantung dengan pertumbuhan permintaan semen di pasar.

“Kami bisa naikkan harga jual untuk menjaga margin,” imbuhnya.

Dia menilai saat ini pasar semen domestik masih dilanda kelebihan pasokan sebanyak 43 juta ton. Akibatnya, persaingan masih ketat ditambah banyaknya merek.

Oleh karena itu, Christian menyebut mesti berhati-hati dalam menaikkan harga. Seperti dikutip Bisnis.com. (*)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru