IMF-WB – Menkeu : Perkembangan Teknologi Digital Menjadi Solusi

- Pewarta

Selasa, 9 Oktober 2018 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten, Nusa Dua – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perkembangan teknologi digital yang pesat membutuhkan kebijakan yang tepat agar dapat menjadi solusi dan kesempatan untuk mengatasi persoalan kesenjangan.

“Kita harus bisa ‘catch up’ dengan ‘policy’,” kata Sri Mulyani dalam sebuah acara yang merupakan salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

Sri Mulyani menjelaskan perkembangan teknologi digital belum sepenuhnya berkait positif dengan pembangunan karena hanya bisa dirasakan di negara maju dan berpotensi mengakibatkan ketimpangan. Selain itu, teknologi digital ini dapat mengakibatkan disrupsi global atau menghilangkan beberapa profesi, meski terdapat sisi positif berupa adanya alternatif bagi perkembangan inklusif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia harus mereaksi dengan kebijakan yang tepat agar tidak tertinggal dan mampu mengatasi perkembangan teknologi melalui penguatan informasi terkait kedaulatan data, keamanan data dan pendidikan TI.

“Terkait dengan pendidikan IT, Presiden Joko Widodo telah membuat inisiatif mengundang (pengusaha)Jack Ma untuk memberikan ‘course'(ceramah),” ujarnya.

Meski demikian, Menkeu mengharapkan seluruh negara di dunia dapat mengubah risiko ini menjadi keuntungan bersama sebagai upaya untuk mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi digital. Dalam kesempatan yang sama, McKinsey Global Institute Senior Fellow Jeongmin Seong menambahkan saat ini sebanyak 30 persen-40 persen pengeluaran masyarakat berupa konsumsi internet.

Kondisi ini dapat memberikan kesempatan dan manfaat bagi kegiatan ekonomi, terutama bagi pedagang kecil dan menengah untuk mengembangkan usaha.

“Perkembangan teknologi telah menciptakan banyak pekerjaan, program maupun model baru, namun penggunaan ‘e-commerce’, pembiayaan maupun pembayaran digital membutuhkan investasi yang besar,” kata Seong.

Ia juga mengingatkan, agar tumbuh kompetisi secara sehat, maka pemerintah perlu membuat kebijakan apa yang dapat dilakukan maupun yang tidak dalam persaingan di dunia digital. (sat)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB