IMF-WB – IMF : Indonesia Punya Kapasitas untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

- Pewarta

Jumat, 12 Oktober 2018 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Nusa Dua – Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan Indonesia memiliki kapasitas yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.

Deputi Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Kenneth Kang di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/10/2018), menyebutkan beberapa tantangan eksternal seperti normalisasi kebijakan moneter AS dan penguatan dolar AS telah berdampak pada depresiasi rupiah sebesar 11 persen terhadap dolar AS, tetapi dampak yang sama juga dialami Australia dan Selandia Baru.

“Indonesia bukan satu-satunya negara yang terdampak situasi ekonomi global. Di tengah guncangan ini, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat,” kata Kang dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliran utang publik sebesar 30 persen dari PDB akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diprediksi berkisar pada lima persen pada 2018 dan 2019.

Cadangan devisa 115 dolar AS, inflasi yang terkendali, dan tingkat kecukupan modal perbankan yang mencapai 22 persen juga menunjukkan kestabilan keuangan Indonesia.

Indonesia, menurut Kang, telah bereaksi tepat terhadap tekanan eksternal dengan memastikan penerapan kebijakan yang memprioritaskan kestabilan ekonomi, dengan menargetkan defisit fiskal yang lebih rendah dan membiarkan nilai tukar menyesuaikan kondisi pasar.

“Indonesia telah melakukan reformasi dalam beberapa tahun terakhir dengan mengadaptasi kerangka kerja kebijakan moneter, peran fiskal, dan membuka perdagangan bebas. Kami juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan Indonesia untuk mendukung stabilitas keuangan mikro,” kata dia.

IMF baru saja meluncurkan buku “Realizing Indonesia’s Economic Potential” tentang kemajuan Indonesia dalam berbagai aspek selama dua dekade terakhir.

Buku tersebut juga memaparkan paket komprehensif reformasi struktural dan fiskal yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah, di antaranya, strategi untuk meningkatkan pendapatan tambahan sekitar 5 persen dari PDB yang dapat digunakan untuk mendanai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor jasa.

Kombinasi reformasi kebijakan yang komprehensif ini akan membantu mendorong investasi dan kegiatan swasta.

“Kombinasi kebijakan ini dapat meningkatkan pertumbuhan Indonesia sebesar satu persen dalam jangka menengah,” katanya.

Menurut Kang, Indonesia bisa tetap memiliki ekonomi yang kuat tetapi juga harus waspada dan beradaptasi dengan memberlakukan kebijakan makro ekonomi yang sehat dan reformasi struktural. (yas)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru