Mediaemiten.com, Nusa Dua – Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mendorong sektor swasta untuk meningkatkan investasi yang berdampak positif pada penanggulangan perubahan iklim global.
“Aspirasi anak-anak muda untuk mendukung upaya penanggulangan perubahan iklim meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir dan kita hanya bisa mengakomodasi aspirasi ini kecuali kita bisa memobilisasi peran publik dan swasta untuk berinvestasi,” kata Jim Yong Kim di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/10/2018).
Kim menggarisbawahi pentingnya investasi itu dalam pembukaan seminar Berinvestasi Untuk Dampak Positif: Apa yang Perlu Ditingkatkan pada salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bank Dunia akan menjadi fasilitator untuk mengalokasikan investasi agar lebih terlihat dampak positifnya, di samping hanya dari sisi komersialnya,” kata dia.
Komitmen tersebut disampaikan Kim untuk menanggapi keluhahan sektor swasta yang kerap mengeluh pemerintah lebih tanggap memfasilitasi proyek komersial dibandingkan yang dampak positifnya baru bisa dilihat dalam jangka panjang, seperti komitmen pengurangan emisi karbon (COP21) untuk penanggulangan perubahan iklim dan pencapaian Sasaran Pertumbuhan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Akibatnya, kata Kim, sektor swasta menjadi ragu untuk mengalokasikan dana mereka pada investasi yang dampaknya baru terlihat pada jangka panjang, baik dalam proyek hijau maupun bidang-bidang sasaran SDGs karena bagaimanapun pebisnis selalu mengharapkan keuntungan.
Kim menambahkan, Bank Dunia memerlukan komitmen dari para pemimpin dunia untuk melakukan langkah nyata dalam menyukseskan mobilisasi sektor publik dan swasta untuk mengalokasikan dana pada investasi yang berdampak positif.
Baca Juga:
Fortune perluas kepemimpinan di Asia dengan Direktur Editorial dan Kepala Brand Studio baru
“Jika kita tidak melakukannya sekarang, dampak perubahan iklim akan semakin parah dan kita akan membiarkan anak-anak muda yang tidak mampu berkompetisi untuk beradaptasi pada perubahan alam ini lebih menderita di masa depan,” kata Kim.
Saat ini, Kerja Sama Keuangan Internasional (IFC), anggota grup Bank Dunia yang berfokus di sektor pembiayaan, tengah membahas prinsip acuan untuk mempermudah investor institusional yang mengelola aset hampir 100 triliun dolar di seluruh dunia agar masuk pasar investasi berdampak yang tumbuh pesat dan berkontribusi dalam mencapai SDGs 2030. (zah)






