Harga Naik Bikin Laba Vale Indonesia Semakin Melonjak

- Pewarta

Kamis, 26 Juli 2018 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil meraih laba beraih sebesar US$29,38 juta, jauh melonjak dibandingkan dengan rugi di Juni tahun lalu yang sebesar US$21,47 juta.

Hal tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan Perseroan yang menjadi sebesar US$374,61 juta per Juni 2018 dibandingkan pendapatan US$291,88 juta di periode sama tahun sebelumnya.

“Pendapatan naik disebabkan oleh lebih tingginya volume pengiriman dan rata- rata harga realisasi di kuartal II. Pengiriman nikel dalam matte meningkat sekitar 9% menjadi 18.764 mt dan rata-rata harga realisasi naik sekitar 10% menjadi 10.880 per ton di kuartal II/2018 dibandingkan di kuartal I/2018,” kata CEO dan Presiden Direktur Perseroan, Nico Kanter, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nico menyebutkan, meski dengan kondisi pasar yang naik turun, pihaknya akan tetap fokus dalam mengoptimalisasikan kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya.

Perseroan pada kuartal kedua tahun ini mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.893 mt dan penjualan sebesar US$204,2 juta di triwulan tersebut.

“Produksi nikel dalam matte sekitar 10% lebih tinggi di kuartal dua dibandingkan kuartal satu,” terangnya.

Sementara itu, beban pokok pendapatan meningkat menjadi US$321,07 juta dari beban pokok pendapatan US$309,88 juta tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut sejalan dengan naiknya produksi dari 17.141 mt di triwulan I/2018 menjadi 18.893 mt di triwulan II/2018. Beban pokok pendapatan per metrik ton nikel dalam matte di kuartal II sedikit lebih rendah dibandingkan di kuartal I meskipun harga bahan bakar meningkat di triwulan ini.

“Harga bahan bakar meningkat sebesar 5% per unit basis. Bahan bakar merupakan salah satu biaya terbesar kami,” ucapnya.

Jika dibandingkan dengan kuartal I, konsumsi HSFO dan diesel di kuartal II menurun sebesar masing-masing 3% dan 2%, sedangkan konsumsi batu bara meningkat sebesar 3%. Penurunan dalam konsumsi HSFO dan diesel dan peningkatan penggunaan batu bara didorong Proyek Konversi Batu Bara Tahap 2 (CCP2) untuk tanur pereduksi #2 yang telah dipasang dan dimulai di April 2018.

Adapun total aset Perseroan mencapai US$2,15 miliar hingga 30 Juni 2018 turun dari total aset US$2,18 miliar hingga 31 Desember 2017. Perseroan pun telah mengeluarkan sekitar US$13,3 juta belanja modal dalam triwulan ini.

Di tahun 2018, PT Vale berencana memproduksi sekitar 77.000 t nikel dalam matte. Di saat yang bersamaan, Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang. (nur)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB