MEDIA EMITEN – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana memecah nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham perseroan akan dipecah dari Rp 250 menjadi Rp 125 per saham.
Manajemen Bank Mandiri dalam pengumumannya Jumat 2 Februari 2023 menyebutkan, pemecahan nilai nominal saham diusulkan dengan rasio 1:2, yaitu setiap satu lembar saham lama dengan nilai nominal Rp 250 menjadi dua saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham.
Bank Mandiri menegaskan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan jumlah unit saham beredar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stock split tersebut juga bertujuan untuk memperluas distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham, sehingga mencapai trading range optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor.
Jika stock split terlaksana, jumlah saham BMRI akan meningkat dari 64 miliar saham menjadi 128 miliar saham.
Stock split saham tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Maret 2023. Sedangkan awal perdagangan saham hasil stock split ditargetkan pada 12 April 2022.
Pada Jumat, saham BMRI ditutup melesat Rp 200 (2,06%) menjadi Rp 9.925. Saham bank pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 9.750-9.940. Pemodal asing mencatatkan net buy pada BMRI Rp 80,39 miliar.







