BMRI Akan Stock Split dengan Rasio 1:2

- Pewarta

Sabtu, 4 Februari 2023 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor pusat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)/Dok

Kantor pusat PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)/Dok

MEDIA EMITEN – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana memecah nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Nilai nominal saham perseroan akan dipecah dari Rp 250 menjadi Rp 125 per saham.

Manajemen Bank Mandiri dalam pengumumannya Jumat 2 Februari 2023 menyebutkan, pemecahan nilai nominal saham diusulkan dengan rasio 1:2, yaitu setiap satu lembar saham lama dengan nilai nominal Rp 250 menjadi dua saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham.

Bank Mandiri menegaskan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan jumlah unit saham beredar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Stock split tersebut juga bertujuan untuk memperluas distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham, sehingga mencapai trading range optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor.

Jika stock split terlaksana, jumlah saham BMRI akan meningkat dari 64 miliar saham menjadi 128 miliar saham.

Stock split saham tersebut akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Maret 2023. Sedangkan awal perdagangan saham hasil stock split ditargetkan pada 12 April 2022.

Pada Jumat, saham BMRI ditutup melesat Rp 200 (2,06%) menjadi Rp 9.925. Saham bank pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 9.750-9.940. Pemodal asing mencatatkan net buy pada BMRI Rp 80,39 miliar.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB