BI Sudah Gelontorkan Rp11,9 Triliun untuk Stabilkan Rupiah

- Pewarta

Kamis, 6 September 2018 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Indonesia sudah mengucurkan Rp11,9 triliun untuk mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, dengan masuk ke pasar sekunder dan membeli Surat Berhargan Negara (SBN) yang dilepas investor asing.

Operasi membeli kembali (buyback) SBN itu sebesar Rp11,9 triliun itu terhitung sejak Kamis (30/8) yang sebesar Rp3 Triliun, Jumat (31/8/2018) Rp4,1 Triliun, Senin (3/9/2018) Rp3 Triliun dan Selasa (4/9/2018) Rp1,8 Triliun.

“Kamis dan Jumat pekan lalu maupun Senin dan Selasa kemarin, kami beli SBN,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi di pasar SBN merupakan bagian dari dual intervensi BI ketika nilai tukar rupiah sudah jauh dari level fundamentalnya. Bank Sentral juga melakukan intervensi di pasar valas dengan memastikan pasokan valas tersedia.

“Kami fokus saat ini untuk stabilisasi,” ujar Perry menegaskan.

Baca juga: Cegah spekulan, OJK intensifkan pengawasan transaksi valas

Selain operasi pasar, Bank Sentral mengaku sudah berkomunikasi dengan dunia usaha untuk lebih banyak menaruh dana hasil ekspornya di dalam negeri dan juga tidak memborong dolar AS berdasarkan spekulasi.

Pembelian valas, ujar Perry, diharapkan sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itum BI juga mengupayakan penurunan biaya untuk barter valas dan juga barter untuk keperluan lindung nilai agar korporasi tidak melakukan pembelian valas dalam jumlah besar di sekali waktu.

Pergerakan nilai tukar rupiah Rabu sore masih dibayangi tekanan dengan bergerak ke posisi Rp14.922 per dolar AS.

Secara tahun berjalan, sejak awal Januari 2018 hingga saat ini, rupiah sudah melemah 8,2 persen (year to date/ytd). (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru