Bahana TCW : Tekanan Pasar Keuangan Indonesia Mereda

- Pewarta

Selasa, 6 November 2018 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bahana TCW Investment Management menilai tekanan terhadap pasar keuangan di sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia pada kuartal keempat 2018 berangsur mereda.

“Hal itu tampak dari arus modal yang kembali masuk ke pasar obligasi maupun saham,” ujar Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat dalam kajiannya di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Sepanjang pekan lalu, lanjut dia, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp1,3 triliun di pasar saham. Sementara di pasar obligasi sebesar Rp5,86 triliun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai arus modal asing yang kembali masuk itu disebabkan sentimen investor terhadap negara berkembang mulai membaik dan valuasi pasar yang dinilai sudah murah.

“Investor masih yakin akan fundamental ekonomi Indonesia yang stabil. Meski terseret sentimen negatif, sebagai negara berkembang, Indonesia menunjukkan indikator ekonomi yang relatif kuat,” katanya.

Ia menambahkan penerimaan pajak hingga September 2018 yang tumbuh 17 persen, menunjukkan pemerintah masih mampu membiayai anggaran negara secara internal.

“Di samping itu, data domestik seperti penjualan mobil dan motor juga membaik. Kredit perbankan hingga September 2018 tumbuh 12,6 persen yoy,” paparnya.

Secara valuasi, lanjut Budi Hikmat, pasar keuangan Indonesia juga telah dianggap murah, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 7,07 persen sejak awal tahun ini. Sementara yield obligasi mencapai 8,29 persen per tahun.

“Koreksi di pasar saham yang cukup dalam membuat valuasi IHSG dan obligasi menjadi menarik. Investor pun mulai kembali untuk masuk,” katanya. (zub)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru