Anak Usaha IPC Resmi Melantai di Bursa

- Pewarta

Selasa, 10 Juli 2018 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/7/2018), dengan kode perdagangan IPCC.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (10/7/2018) mengapresiasi antusiasme investor dalam merespons penjualan saham perdana IPCC yang menurutnya menunjukkan prospek IPCC.

“Kami mengapresiasi respons positif yang ditunjukkan investor atas listingnya saham IPCC di BEI. Hal itu menunjukkan kepercayaan publik yang begitu besar atas prospek PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat pembukaan perdagangan Senin (9/7/2018), saham IPCC dibuka di harga Rp1.640. Pelepasan saham ke publik ini langsung disambut baik investor, dan saat penutupan, harga saham IPCC tembus di level Rp1.715, meningkat 75 poin.

Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 509.147.700 lembar saham, dengan “free float” 28 persen dari jumlah saham.

PT IKT Tbk yang merupakan terminal yang secara khusus diusahakan secara komersial untuk memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan, tercatat sebagai emiten ke 25 yang melantai di BEI pada tahun 2018.

Perusahaan itu adalah satu-satunya operator terminal di Indonesia yang didedikasikan khusus untuk kendaraan, di mana merupakan pengelola terminal mobil terbesar ketiga di Asia Tenggara dan terbesar ke 27 di dunia saat ini yang disiapkan tidak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus dan suku cadang.

Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun. Hingga tahun 2022 nanti, PT IKT Tbk menargetkan perluasan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan.

Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar kelima di dunia. (aij)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru