Pasar Saham Asia Menguat Didukung Optimisme Perundingan AS-China

- Pewarta

Senin, 18 Februari 2019 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Saham Asia Menguat Didukung Optimisme Perundingan AS-China

Foto ilustrasi: MSCI Global Standard Index/Dok.

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Asia menguat pada awal perdagangan Senin pagi (18/2/2019), karena investor berani berharap untuk kemajuan dalam perundingan perdagangan China-AS di Washington minggu ini, dan lebih banyak stimulus kebijakan dari bank-bank sentral utama.

Indeks MSCI, indikator yang lebih luas dari saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,3 persen, sebagian pulih dari penurunan tajam Jumat (15/2/2019) lalu.

Indeks Nikkei Jepang naik 1,6 persen mencapai level tertinggi sejauh tahun ini, sementara indeks utama Australia naik 0,7 persen. E-Mini berjangka untuk S&P 500 datar, dengan perdagangan menipis karena liburan di pasar-pasar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow dan Nasdaq telah membanggakan dengan keuntungan mingguan kedelapan berturut-turut mereka, karena sekulasi Amerika Serikat dan China akan menuntaskan kesepakatan penyelesaian perang perdagangan mereka yang berlarut-larut.

Kedua belah pihak akan melanjutkan negosiasi minggu ini dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mungkin memperpanjang batas waktu 1 Maret untuk kesepakatan. Keduanya melaporkan kemajuan dalam pembicaraan lima hari di Beijing pekan lalu.

“Itu tidak mengesampingkan satu atau dua kemunduran antara sekarang dan awal Maret,” kata analis di CBA dalam sebuah catatan, seperti dikutip dari Reuters.

“Meski begitu, kami masih berpikir bahwa kedua belah pihak memiliki alasan yang baik untuk ingin mencapai kesepakatan. Dan, karena sangat termotivasi, itu membuat kesepakatan lebih mungkin daripada tidak.”

Ada juga harapan yang berkembang akan kebijakan-kebijakan yang lebih reflationary dari beberapa bank sentral dunia yang lebih kuat.

Data yang keluar minggu lalu menunjukkan bank-bank China paling banyak membuat pinjaman baru pada Januari, ketika para pembuat kebijakan mencoba untuk memacu investasi yang lamban.

Risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve akan dirilis pada Rabu (20/2) dan akan memberikan panduan lebih lanjut tentang kemungkinan atau tidak untuk kenaikan suku bunga tahun ini. Ada juga pembicaraan bank akan menjaga neraca yang jauh lebih besar dari yang direncanakan sebelumnya.

“Mengingat berbagai pembicara sejak pertemuan Januari yang mendukung ‘kesabaran’, risalah The Fed akan mengulangi pesan dovish secara keseluruhan,” kata analis di TD Securities dalam sebuah catatan.

Beberapa pejabat The Fed berbicara di berbagai acara pekan ini, termasuk meja bundar pada Jumat (15/2) yang mencakup masa depan neraca keuangannya.

Olli Rehn dari Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan kepada sebuah surat kabar Jerman pada Minggu (17/2) bahwa data baru-baru ini menunjukkan melemahnya ekonomi zona euro dan suku bunga akan tetap pada tingkat saat ini sampai tujuan kebijakan moneter tercapai.

Itu terjadi di tengah banyak spekulasi ECB akan meluncurkan putaran lain targeted long-term refinancing operations (TLTRO) untuk mendukung pinjaman bank.

Risiko pelonggaran ECB menekan euro menyentuh level terendah tiga bulan pada Jumat (15/2) sebelum memantul kembali karena pernyataan dovish dari pejabat-pejabat The Fed.

Mata uang tunggal terakhir di 1,1290 dolar AS dan masih dalam kisaran perdagangan 1,1213/1,1570 dolar AS yang telah bertahan sejak pertengahan Oktober. Dolar AS stabil pada 110,50 yen, setelah mundur dari posisi tertinggi dua bulan di 111,12 yen.

Sterling menguat di 1,2901 dolar AS jelang pembicaraan Brexit antara Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker minggu ini.

Semuanya meninggalkan dolar AS di 96,924 terhadap sekeranjang mata uang, setelah mencapai tertinggi sejak pertengahan Desember di 97,368 pada minggu lalu.

Di pasar komoditas, emas spot stabil di 1.320,65 dolar AS per ounce.

Harga minyak berada pada level tertinggi mereka sejauh tahun ini, setelah penghentian operasi di ladang minyak lepas pantai Arab Saudi mendorong harapan akan memperketat pasokan.

Minyak mentah AS terakhir naik 30 sen AS pada 55,89 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent berjangka naik menjadi 66,61 dolar AS. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru