Dibayangi Sentimen Negatif Eksternal, Rupiah Melemah ke Rp14.508

- Pewarta

Selasa, 11 Desember 2018 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelemahan rupiah juga masih dipengaruhi oleh masih adanya keraguan mengenai hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Pelemahan rupiah juga masih dipengaruhi oleh masih adanya keraguan mengenai hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Mediaemiten,com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (10/12/2018) pagi bergerak melemah sebesar 26 poin ke posisi Rp14.508 dibandingkan sebelumnya Rp14.482 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah kembali melemah dibayangi oleh pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 18-19 Desember nanti mengenai kebijakan suku bunga the Fed,” kata Analis CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Ia menambahkan pelemahan rupiah juga masih dipengaruhi oleh masih adanya keraguan mengenai hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China yang diperkirakan masih berpotensi memanas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Faktor eksternal masih membayangi arah pergerakan rupiah,” katanya.

Ia mengharapkan sentimen positif mengenai peningkatan cadangan devisa dapat menahan pelemahan rupiah lebih dalam agar tidak membuat pasar khawatir mengenai perekonomian nasional.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat 117,2 miliar dolar AS pada akhir November 2018, meningkat dibandingkan dengan 115,2 miliar dolar AS pada akhir Oktober 2018.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan ada potensi mata uang rupiah bisa sedikit menguat dengan sentimen naiknya posisi cadangan devisa pada bulan November 2018.

“Posisi yang membaik ini akan menjadi sentimen positif untuk rupiah karena ditopang dengan suplai yang membaik. Untuk bulan Desember 2018 kami perkirakan juga ada potensi kenaikan seiringan dengan penerbitan obligasi global pemerintah senilai 3 miliar dolar AS,” paparnya.

Ia memproyeksikan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.450-Rp14.470 per dolar AS pada awal pekan ini dengan tetap dalam penjagaan Bank Indonesia. (zmr)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB