BRIS Tetapkan Harga Rights Issue Rp 1.000

- Pewarta

Kamis, 8 Desember 2022 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)/IST.

Foto ilustrasi: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)/IST.

MEDIA EMITEN –PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan Rp 1.000 per saham.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 4.999.952.795 saham baru seri B atau 10,84% dari modal disetor setelah PMHMETD I ini dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan didapat BSI sekitar Rp 4,99 triliun.

Dalam keterbukaan informasi, Kamis 8 Desember 2022, disebutkan bahwa setiap pemegang 90.000 yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada tanggal 15 Desember 2022 pukul 16.00 WIB berhak atas 10.941 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan saham dalam penambahan modal dengan memberikan HMETD wajib dijual oleh perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke rekening perseroan.

HMETD ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dilaksanakan selama 5 hari kerja mulai tanggal 19 Desember 2022 sampai dengan tanggal 23 Desember 2022. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB