Utang Luar Negeri RI Turun Jadi US$ 403 Miliar

- Pewarta

Senin, 15 Agustus 2022 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Kantor Pusat Bank Indonesia/Dok

Foto ilustrasi: Kantor Pusat Bank Indonesia/Dok

MEDIA EMITEN – Utang luar negeri RI turun dari US$ 412,6 miliar pada triwulan I 2022 menjadi US$ 403 miliar pada triwulan II 2022. Bank Indonesia (BI) melaporkan, penurunan ini karena berkurangnya utang luar negeri sektor publik dan swasta.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin 15 Agustus 2022 menjelaskan, secara tahunan, posisi utang luar negeri RI triwulan II 2022 terkontraksi 3,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 0,9%(yoy).

Posisi utang luar negeri pemerintah pada triwulan II 2022 sebesar US$ 187,3 miliar, turun dibandingkan posisi pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 196,2 miliar. Secara tahunan, utang luar negeri pemerintah mengalami kontraksi sebesar 8,6% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 3,4% (yoy).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan posisi utang luar negeri pemerintah antara lain karena adanya pelunasan pinjaman bilateral, komersial, dan multilateral yang jatuh tempo selama periode April hingga Juni 2022. Pelunasan Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang jatuh tempo juga turut mendukung penurunan utang luar negeri pemerintah.

Menurut dia, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi juga berpengaruh pada perpindahan investasi SBN domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor nonresiden pada SBN domestik.

Penarikan utang luar negeri pada triwulan II 2022 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, termasuk penanganan COVID-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola utang luar negeri secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel.

Erwin menjelaskan, dukungan utang LN pemerintah dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas pada triwulan-II 2022 antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor jasa pendidikan, serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.

Selain itu, untuk sektor konstruksi menggunakan ulang LN pemerintah sebesar 14,2%, serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,7%). Erwin menegaskan, posisi utang LN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,7% dari total utang LN pemerintah.

Berdasarkan sektornya, utang LN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan dengan pangsa mencapai 77,3% dari total utang LN swasta. Utang LN tersebut tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,5% terhadap total utang LN swasta.

Secara keseluruhan, ia menjelaskan utang LN Indonesia pada triwulan II-2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 31,8%, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 33,8%.

Selain itu, struktur utang LN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh dominasi utang berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 86,7% dari total utang LN. Dalam menjaga agar struktur utang LN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan utang LN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran utang LN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB