Tingkatkan Skala Ekonomi, Petani Didorong Berkelompok Jumlah Besar

- Pewarta

Rabu, 7 Oktober 2020 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meidaemiten.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo mendorong agar petani dan nelayan berkelompok dalam jumlah besar agar mempunyai skala ekonomi yang efisien sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Melalui kelompok itu akan mempermudah petani dan nelayan untuk mengakses pembiayaan dan teknologi serta menyambungkan dengan konsumen. Arahan Presiden tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto kepada wartawan usai mengikuti  Rapat Terbatas mengenai Korporasi Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi, Selasa (6/10/2020), di Jakarta.

“Yang ingin dibangun adalah budaya korporasi (corporate culture), yaitu pola pikir di mana standar korporasi ini dipakai oleh pemerintah. Kalau di swasta bisa, maka pemerintah juga harus bisa membimbing petani dan nelayan untuk melakukan (budaya korporasi, red) itu, sehingga tentu kita tidak terjebak pada birokrasi pemerintah,” ujar Airlangga.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ujar Airlangga, pemerintah mengembangkan sejumlah proyek percontohan bagi petani dan nelayan yang diharapkan bisa ditiru atau direplikasi di daerah-daerah lain. Salah satu proyek percontohan tersebut adalah rice milling unit untuk pengolahan padi di Demak,  Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden meminta agar Kemenko Perekonomian mengonsolidasikan semua kementerian/lembaga yang mempunyai program terkait dengan ini, agar programnya disamakan pemahamannya kemudian diarahkan pada digitalisasi,” kata Menko Ekon.

Kredit Usaha Rakyat (KUR), ujar Airlangga, juga perlu didorong untuk pengembangan skala ekonomi yang lebih luas, misalnya untuk mengakses teknologi pertanian.

“Sebagai contoh (membeli) rice milling unit (RMU) yang bisa dikerjakan langsung. Ataupun juga bisa dibuatkan ekosistem petani dan nelayan dan disambungkan atau di-link-kan kepada perusahaan teknologi, seperti Sayurbox atau TaniHub,” katanya.

Presiden, ditambahkan Menko Ekon, juga mendorong agar perusahaan-perusahaan yang selama ini melakukan pembinaan terhadap petani dan nelayan, seperti PNM, Mekaar, dan UMi untuk terus melanjutkan programnya. (skt)

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru