Harga Minyak Stabil di Asia di Tengah Kehati-Hatian Perdagangan

- Pewarta

Kamis, 7 November 2019 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Seoul – Harga minyak tidak berubah di pasar Asia pada Kamis pagi (7/11/2019), di tengah kekhawatiran atas penundaan kesepakatan sementara perdagangan AS-China yang ditunggu-tunggu.

Minyak mentah berjangka Brent datar di 61,74 dolar AS per barel pada pukul 01.58 GMT (08.58 WIB). Harga Brent turun 1,22 dolar AS atau hampir dua persen pada Rabu (6/11/2019).

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di 56,32 dolar AS per barel, turun tiga sen dari penutupan terakhir mereka. WTI turun 88 sen atau 1,54 persen, pada sesi sebelumnya karena tumpukan persediaan yang lebih besar dari perkiraan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Stok minyak mentah AS naik 7,9 juta barel pekan lalu karena kilang memangkas produksi dan ekspor turun, mengalahkan ekspektasi analis untuk kenaikan 1,5 juta barel, ungkap Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (6/11/2019).

Persediaan bensin dan sulingan turun masing-masing 2,8 juta barel dan 622.000 barel.

“Penumpukan persediaan dan penurunan ekspor kemungkinan terkait dengan sanksi COSCO,” kata Stephen Innes, ahli strategi pasar di AxiTraders, merujuk pada perusahaan kapal tanker China yang terkena sanksi Amerika Serikat, antara lain, pada akhir September karena dugaan keterlibatan dalam memindahkan minyak mentah dari Iran.

Ekspor minyak mentah AS turun hampir satu juta barel minggu lalu menjadi 2,4 juta barel per hari.

“Sanksi akan kembali menghantui gairah minyak sebagai trifecta negatifitas jika Anda memasukkan kemungkinan keterlambatan dalam menandatangani kesepakatan perdagangan fase satu antara dua ekonomi top dunia dan konsumen minyak terbesar,” kata Innes.

Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani kesepakatan sementara dapat ditunda hingga Desember karena pembicaraan terus berlanjut mengenai persyaratan dan tempat, seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada Reuters, Rabu (6/11/2019).

Mungkin saja perjanjian “tahap satu” yang bertujuan mengakhiri perang dagang yang merusak tidak akan tercapai, tetapi kesepakatan itu lebih mungkin daripada tidak, kata pejabat itu.

Harapan untuk mencairnya ketegangan perdagangan telah mendukung harga minyak selama beberapa sesi terakhir. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru