Rupiah Melemah Tipis Jelang Pengumuman Hasil Pilpres

- Pewarta

Selasa, 21 Mei 2019 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore (20/5/2019)melemah tipis menjelang pengumuman hasil pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.455 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.450 per dolar AS.

“Pasar menunggu hasil pemilihan presiden yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei nanti. Hal ini turut membuat investor “wait and see” dengan pasangan calon terpilih dan seperti apa susunan kabinetnya nanti,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibrahim mengatakan, siapa yang bakal menjadi pemimpin dan wakil rakyat dalam lima tahun ke depan akan menjadi terang-benderang pada Rabu mendatang. Namun semakin dekat ke Hari H, situasi bukannya tenang tetapi malah semakin gaduh.

Kubu pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus menyuarakan dalam pemilu sehingga hasilnya tidak sah, artinya ada delegitimasi atas keputusan KPU. Rencana aksi massa besar-besaran pada 22 Mei 2019 pun kian santer terdengar, bahkan kepolisian mengendus upaya teror yang akan menunggangi aksi tersebut.

Dari eksternal, ketegangan di Timur Tengah dikhawatirkan bisa mempengaruhi harga minyak. Jika konflik berkepanjangan, bisa membuat pasokan si emas hitam dari kawasan tersebut terhambat. Timur Tengah adalah daerah penghasil minyak terbesar di dunia, sehingga saat pasokan dari sana berkurang maka harga bisa naik cukup signifikan.

Jika tren ini berlanjut, lanjut Ibrahim, maka bisa menjadi alamat jelek buat rupiah. Pasalnya, kenaikan harga minyak akan membuat biaya impor komoditas ini semakin mahal. Padahal Indonesia mau tidak mau harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri karena produksi yang belum juga memadai.

“Artinya, akan ada tekanan bagi neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ini bukan berita baik buat rupiah dan aset-aset berbasis mata uang Tanah Air,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka di level Rp14.450 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.460 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.478 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.469 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru