MEDIA EMITEN – Indonesia masuk pilihan favorit teratas dalam investasi portofolio. Ketegangan geopolitik yang makin panas, tetapi pasar Asia Tenggara dinilai menawarkan keamanan yang relatif bagi investor, menurut bank investasi terkemuka.
Lembaga investasi terkemuka di Wall Street, Goldman Sach dan JP Morgan Asset Management, menilai kenaikan harga komoditas dan juga prospek perbankan menjadi alasan manajer investasi untuk memilih Indonesia sebagai pilihan investasi portofolio, seperti dikutip dari CNBC.com, Senin 4 April 2022.
“Di Indonesia, secara struktural kami positif terhadap perbankan karena mayoritas penduduk masih unbanked atau underbanked. Kami saat ini diposisikan di sektor swasta terkemuka dan juga bank-bank milik negara karena mereka telah secara proaktif mendorong adopsi digital untuk mempercepat penetrasi keuangan, ”kata Desmond Loh, manajer portofolio di JPMorgan Asset Management.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, harga komoditas yang kuat juga bermanfaat bagi pendapatan ekspor di Indonesia serta neraca perdagangan. Faktor ini akan mendukung rupiah serta prospek pertumbuhan jangka pendek di Indonesia, katanya.
Harga komoditas global telah naik rollercoaster sejak perang di Ukraina pecah setelah invasi Rusia pada akhir Februari. Rusia adalah produsen minyak utama sementara Ukraina adalah pengekspor utama komoditas lain seperti gandum dan jagung.
Sementara itu, Goldman Sach menilai, selama satu dekade saham Asia Tenggara “diabaikan” investor global. Saat ini pasar Asia Tenggara menjadi menarik bagi investor global.
Goldman menyukai pasar Singapura dan Indonesia. Sedangkan JP Morgan selain menyukai Indonesia juga menyukai pasar Vietnam.
JPMorgan Asset Management menyebut Vietnam sebagai “pemain bintang dalam beberapa tahun terakhir” dalam ketahanan dan pertumbuhan ekonomi. Vietnam adalah salah satu dari sedikit ekonomi global yang mengalami pertumbuhan ekonomi positif selama pandemi, tambahnya.
Jakarta Composite Indonesia telah meningkat lebih dari 7% tahun ini, sementara indeks VN Vietnam naik sekitar 1% pada periode yang sama. Indeks Straits Times Singapura telah naik lebih dari 9%.
Sebagai perbandingan, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang telah turun 6%.
Di Wall Street, S&P 500 turun 4,6% sepanjang tahun ini, sedangkan pan-European Stoxx 600 telah turun sekitar 6%.







