Wall Street Ditutup Turun, Pasar Tunggu Pidato Fed

- Pewarta

Selasa, 7 Februari 2023 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Wall Street ditutup turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pelaku pasar menunggu pidato Fed pekan ini menyusul laporan pekerjaan AS yang kuat untuk Januari mengindikasikan kemungkinan bahwa Federal Reserve AS membutuhkan waktu lebih lama untuk mulai memangkas suku bunganya.

Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 34,99 poin atau 0,1% menjadi 33.891,02 poin. Indeks S&P 500 merosot 25,4 poin atau 0,6% menjadi 4.111,08 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 119,50 poin atau 1% menjadi 11.887,45 poin.

Sebagian besar dari 11 indeks sektor utama S&P 500 berada di zona merah, kecuali sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen.

Para pedagang akan mencermati pidato pejabat Fed minggu ini, termasuk Ketua Jerome Powell pada Selasa, untuk setiap perubahan dalam retorika bank sentral setelah data pekan lalu menunjukkan aktivitas jasa-jasa yang kuat pada Januari serta pertumbuhan pekerjaan yang kuat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada Senin (6/2/2023) bahwa Amerika Serikat dapat menghindari resesi karena inflasi turun sementara pasar tenaga kerja tetap kuat.

Setelah terpukul pada 2022, ekuitas AS telah pulih dengan kuat pada 2023, dipimpin oleh saham-saham pertumbuhan megacap di tengah harapan jangka pendek bahwa Fed akan meredam kenaikan suku bunga yang agresif, yang pada gilirannya dapat mengurangi beberapa tekanan pada valuasi ekuitas.

Pelaku pasar uang sekarang memperkirakan suku bunga acuan memuncak di 5,1% pada Juli, sejalan dengan apa yang telah didukung oleh sebagian besar pembuat kebijakan berulang kali.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun memperpanjang kenaikan ke level tertinggi empat minggu.

Di sisi perusahaan, para analis memperkirakan laba kuartalan perusahaan-perusahaan S&P 500 turun 2,8% pada kuartal keempat, menurut Refinitiv.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,17 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,86 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB