Wall Street Bervariasi, Dow Jones Masih Menguat

- Pewarta

Sabtu, 15 Juli 2023 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN Indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Dow Jones masih melanjutkan penguatan menyusul laporan keuangan yang kuat dari beberapa bank.

Dow Jones menguat 113,89 poin atau 0,33% dan ditutup pada level 34.509,03, menandai kenaikan kelima berturut-turutnya. Sementara itu, S&P 500 turun 0,10% dan ditutup pada level 4.505,42. Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,18% menjadi14.113,70.

Secara mingguan, Dow Jones mencatat performa terbaiknya sejak Maret dengan kenaikan sebesar 2,3%. S&P 500 menambah 2,4%, dan Nasdaq naik 3,3%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham UnitedHealth menjadi penyumbang kenaikan terbesar pada indeks Dow Jones pada Jumat ini. Saham perusahaan asuransi ini melonjak lebih dari 7% setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan pendapatan yang positif.

PMorgan Chase naik 0,6% setelah laporan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi. Bank ini didorong oleh kenaikan suku bunga dan pendapatan bunga yang meningkat. Sementara itu, Wells Fargo turun 0,3%, meskipun bank ini melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.

Ekspektasi untuk musim laporan keuangan ini tergolong pesimistis, dengan analis memperkirakan penurunan sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya pada laba S&P 500, menurut FactSet. Jika terjadi, ini akan menjadi musim laporan keuangan terburuk sejak kuartal kedua 2020, di mana laba S&P 500 turun 31,6%.

Sentimen investor meningkat setelah laporan inflasi yang moderat minggu ini. Laporan indeks harga produsen terbaru menunjukkan inflasi naik kurang dari yang diperkirakan, mengikuti optimisme pelaku pasar dari data indeks harga konsumen Juni yang dirilis pada hari Rabu.

Saat ini, investor sedang mempertimbangkan apakah pertumbuhan ekonomi yang kuat yang tergambar dari data terkini dapat mendorong kenaikan saham hingga akhir tahun.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB