Wall Street Reli, Dow Melesat 700 Poin

- Pewarta

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street reli dengan Dow melesat lebih dari 700 poin pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Sesi bergejolak berakhir menguat karena secara teknis saham dinilai sudah oversold.

Dow Jones Industrial Average naik 748,97 poin, atau 2,47%, menjadi ditutup pada 31.082,56. S&P 500 naik 2,37% menjadi 3.752,75. Nasdaq Composite naik 2,31% menjadi 10.859,72.

Pergerakan hari Jumat memperpanjang keuntungan pasar untuk minggu ini. S&P 500 dan Dow masing-masing naik 4,7% dan 4,9%, sedangkan Nasdaq naik 5,2%. Itu adalah minggu terbaik sejak Juni untuk ketiga rata-rata utama.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan terjadi meskipun imbal hasil Treasury 10-tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2008 dan beragam laporan pendapatan perusahaan.

“Saya pikir pada akhir pekan lalu pasar sedikit oversold secara teknis. Dan seperti yang telah kita lihat berkali-kali di masa lalu, ketika keadaan menjadi cukup negatif, itu menjadi semacam indikator kontrarian untuk pemantulan, ”kata Randy Frederick, direktur pelaksana perdagangan dan derivatif di Schwab Center for Financial Research.

“Tapi seperti setiap pantulan lain yang kami miliki, itu tidak dipertahankan dengan baik. … Pantulan hari ini tidak berarti akan berlanjut hingga minggu depan. Jika ya, saya kira tidak akan lebih dari satu atau dua hari,” tambah Frederick.

Saham bank adalah titik terang pada hari Jumat, dengan Goldman Sachs naik 4,6% dan JPMorgan Chase naik 5,3%.

Laba melaporkan keuntungan terbatas untuk pasar. Komponen Dow American Express dan Verizon masing-masing turun sekitar 1,6% dan 4,5%, setelah laporan kuartalan mereka.

Di bidang teknologi, perusahaan media sosial Snap turun 28% setelah melaporkan pendapatan kuartalan sebesar $1,13 miliar, di bawah ekspektasi.

Imbal hasil Treasury turun dari level tertingginya pada Jumat pagi setelah laporan dari Wall Street Journal bahwa beberapa pejabat Fed khawatir tentang pengetatan yang berlebihan dengan kenaikan suku bunga yang besar. Laporan itu tampaknya juga meningkatkan ekuitas.

Kenaikan suku bunga agresif bank sentral telah menjadi faktor utama dalam saham yang jatuh ke pasar beruang tahun ini, dan para pedagang terus meningkatkan perkiraan mereka tentang di mana Fed akan berhenti.

Yield US Treasury

Pembalikan tajam dalam imbal hasil 10-tahun pada hari Jumat mungkin merupakan sinyal bahwa imbal hasil Treasury untuk sementara telah mencapai puncaknya, setelah naik liar lebih tinggi minggu ini.

US Treasury 10-tahun menyentuh tertinggi 4,33% dalam perdagangan pagi dan berada di 4,20% pada perdagangan sore. Imbal hasil berakhir pekan lalu di 4,02%.

Imbal hasil bergerak lebih rendah pada hari Jumat, karena investor bereaksi terhadap artikel Wall Street Journal dan komentar dari Presiden Fed San Francisco Mary Daly, yang mengatakan Federal Reserve dapat mulai memperlambat laju kenaikan.

Sebuah artikel di Wall Street Journal juga menyarankan The Fed dapat mempertimbangkan kenaikan yang lebih kecil pada bulan Desember, setelah menaikkan suku bunga target dana fed sebesar tiga perempat poin pada bulan November.

Scott Redler, yang mengikuti teknikal jangka pendek, mengatakan hasil tampaknya menunjukkan tanda-tanda memuncak, dan itu akan positif untuk saham.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB