Wall Street Rebound, Nasdaq Melonjak 2,59%

- Pewarta

Jumat, 30 Desember 2022 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Wall Street rebound dengan Nasdaq melonjak 2,59% ada penutupan perdagangan Kamis (Jumat agi WIB). Investor menganggap Santa Rally datang terlambat menuju hari perdagangan terakhir tahun 2022.

Dow Jones Industrial Average naik 345,09 poin atau 1,05% menjadi 33.220,80, S&P 500 naik 1,75% menjadi ditutup pada 3.849,28 dan Nasdaq Composite naik 2,59% menjadi 10.478,09.

Dow dan S&P sedikit lebih tinggi untuk minggu ini, masing-masing sebesar 0,05% dan 0,12%. Nasdaq berada di jalur untuk kerugian 0,19%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Apple rebound 2,83% setelah empat hari berturut-turut merugi.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan peningkatan klaim pengangguran dari minggu lalu, di tengah upaya Federal Reserve untuk mendinginkan ekonomi dan khususnya pasar tenaga kerja.

Pengajuan pertama kali untuk tunjangan pengangguran berjumlah 225.000 untuk pekan yang berakhir 24 Desember, menurut laporan tersebut. Data itu adalah peningkatan 9.000 dari minggu sebelumnya dan sedikit di atas perkiraan 223.000 dari Dow Jones.

“Pasar tampaknya mengapresiasi bahwa laporan pekerjaan menunjukkan peningkatan moderat dalam melanjutkan klaim pengangguran, sejalan dengan ekspektasi dan memberikan bukti bahwa soft landing mungkin terjadi,” kata Jason Blackwell, kepala strategi investasi di The Colony Group.

Aksi pasar mengikuti aksi jual luas selama sesi reguler Rabu karena kekhawatiran resesi membebani sentimen investor dalam bulan dan tahun yang merugi. Dow kehilangan 365,85 poin, atau 1,1%. S&P 500 turun 1,2%, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,35%.

Rata-rata utama menuju tahun terburuk sejak 2008. Dow telah kehilangan 8,58%, sedangkan S&P 500 turun 19,24%. Sementara itu, Nasdaq tertinggal dari ketiganya, turun 33,03% karena investor membuang saham pertumbuhan di tengah kenaikan suku bunga.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB