Wall Street Rebound

- Pewarta

Selasa, 26 September 2023 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street rebond pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) didorong oleh lonjakan saham Amazon.com dan sektor energi.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) mengalami kenaikan sebesar 43,04 poin, atau 0,13%, mencapai 34.006,88 poin; S&P 500 (.SPX) naik sebesar 17,38 poin, atau 0,40%, dan mencapai 4.337,44 poin; serta Nasdaq Composite (.IXIC) yang bertambah sebesar 59,51 poin, atau 0,45%, dan mencapai 13.271,32 poin.

Investor berhati-hati mencermati peningkatan imbal hasil Treasury ke level tertinggi dalam 16 tahun setelah Federal Reserve memberikan prospek suku bunga jangka panjang yang bersifat hawkish. Indeks S&P 500 berhasil rebound pada hari Senin setelah mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Maret.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sektor-sektor S&P 500, sektor energi (.SPNY) memimpin dengan kenaikan sebesar 1,3%, sedangkan sektor material (.SPLRCM) mengalami kenaikan sebesar 0,8%. Sementara itu, sektor-sektor defensif tertinggal, dengan kelompok konsumen bahan pokok (.SPLRCS) mengalami penurunan sebesar 0,4%.

Dengan mendekati akhir kuartal ketiga, investor menyatakan bahwa pergerakan pasar mungkin akan tetap relatif tenang sampai perusahaan-perusahaan mulai melaporkan hasil kuartalannya dalam beberapa minggu mendatang.

Meskipun S&P 500 telah turun sekitar 5,5% sejak akhir Juli, namun indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan sebesar 13% sepanjang tahun 2023.

Investor terus memantau data ekonomi, termasuk data barang tahan lama dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Agustus, serta produk domestik bruto kuartal kedua. Selain itu, pernyataan para pengambil kebijakan Federal Reserve, termasuk ketua Jerome Powell, juga akan menjadi sorotan.

Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan bahwa risiko inflasi yang terus berada di atas target Federal Reserve sebesar 2% masih menjadi masalah yang lebih besar daripada kebijakan ketat bank sentral yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi lebih dari yang diperlukan.

Sementara itu, saham Amazon.com (AMZN.O) mengalami kenaikan sebesar 1,7% setelah perusahaan e-commerce ini mengumumkan investasi hingga US$ 4 miliar pada startup Anthropic untuk bersaing dengan pesaing cloud yang tengah berkembang di bidang kecerdasan buatan.

Sekitar 9,1 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa Amerika Serikat, sedikit di bawah rata-rata harian dalam 20 sesi terakhir yang mencapai 10 miliar lembar saham.

 

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB