MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street rebond pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) didorong oleh lonjakan saham Amazon.com dan sektor energi.
Dow Jones Industrial Average (.DJI) mengalami kenaikan sebesar 43,04 poin, atau 0,13%, mencapai 34.006,88 poin; S&P 500 (.SPX) naik sebesar 17,38 poin, atau 0,40%, dan mencapai 4.337,44 poin; serta Nasdaq Composite (.IXIC) yang bertambah sebesar 59,51 poin, atau 0,45%, dan mencapai 13.271,32 poin.
Investor berhati-hati mencermati peningkatan imbal hasil Treasury ke level tertinggi dalam 16 tahun setelah Federal Reserve memberikan prospek suku bunga jangka panjang yang bersifat hawkish. Indeks S&P 500 berhasil rebound pada hari Senin setelah mengalami penurunan mingguan terbesar sejak Maret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sektor-sektor S&P 500, sektor energi (.SPNY) memimpin dengan kenaikan sebesar 1,3%, sedangkan sektor material (.SPLRCM) mengalami kenaikan sebesar 0,8%. Sementara itu, sektor-sektor defensif tertinggal, dengan kelompok konsumen bahan pokok (.SPLRCS) mengalami penurunan sebesar 0,4%.
Dengan mendekati akhir kuartal ketiga, investor menyatakan bahwa pergerakan pasar mungkin akan tetap relatif tenang sampai perusahaan-perusahaan mulai melaporkan hasil kuartalannya dalam beberapa minggu mendatang.
Meskipun S&P 500 telah turun sekitar 5,5% sejak akhir Juli, namun indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan sebesar 13% sepanjang tahun 2023.
Investor terus memantau data ekonomi, termasuk data barang tahan lama dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Agustus, serta produk domestik bruto kuartal kedua. Selain itu, pernyataan para pengambil kebijakan Federal Reserve, termasuk ketua Jerome Powell, juga akan menjadi sorotan.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan bahwa risiko inflasi yang terus berada di atas target Federal Reserve sebesar 2% masih menjadi masalah yang lebih besar daripada kebijakan ketat bank sentral yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi lebih dari yang diperlukan.
Sementara itu, saham Amazon.com (AMZN.O) mengalami kenaikan sebesar 1,7% setelah perusahaan e-commerce ini mengumumkan investasi hingga US$ 4 miliar pada startup Anthropic untuk bersaing dengan pesaing cloud yang tengah berkembang di bidang kecerdasan buatan.
Sekitar 9,1 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa Amerika Serikat, sedikit di bawah rata-rata harian dalam 20 sesi terakhir yang mencapai 10 miliar lembar saham.






