Wall Street Melonjak, Inflasi AS “Mendingin”

- Pewarta

Sabtu, 1 April 2023 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Bursa AS Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dan Nasdaq membukukan kenaikan persentase kuartalan terbesar sejak Juni 2020. Sinyal “pendinginan” inflasi mendorong harapan Federal Reserve akan segera mengakhiri kenaikan suku bunga yang agresif.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 415,12 poin atau 1,26% menjadi 33.274,15 poin. Indeks S&P 500 naik 58,48 poin atau 1,44% menjadi 4.109,31 poin. Indeks Komposit Nasdaq melesat 208,44 poin atau 1,74 % menjadi ditutup pada 12.221,91 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumer nonprimer dan real estat masing-masing terkerek 2,62% dan 2,18%, memimpin keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini, Dow naik 3,2 persen, S&P naik 3,5% dan Nasdaq naik 3,4%. Sementara itu, untuk Maret, Dow menguat 1,9%, S&P 500 mennguat 3,5%, dan Nasdaq melonjak 6,7%.

Untuk kuartal Maret, Nasdaq melonjak 16,8 % dalam persentase kenaikan kuartalan terbesar sejak tiga bulan yang berakhir Juni 2020. S&P 500 melonjak 7,% dan Dow naik 0,4%.

Pasar mendapat dorongan karena pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve naik sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan pada Februari.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 0,3% bulan lalu, sejalan dengan konsensus, untuk kenaikan 5% tahun-ke-tahun, Departemen Perdagangan melaporkan Jumat waktu AS.

Inflasi PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,3%, sedikit di bawah konsensus 0,4%, untuk kenaikan 4,6% tahun ke tahun.

Sementara itu, indeks sentimen konsumen yang dirilis Jumat (31/3/2023) oleh Survei Konsumen Universitas Michigan turun menjadi 62 pada Maret dari 67 pada Februari.

“Pasar ekuitas tampaknya senang dengan sedikit penurunan inflasi, sebagaimana mestinya. Ini menggarisbawahi bahwa kampanye Fed, pada kenyataannya bekerja, meskipun lambat,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, Carolina Utara.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru