Wall Street Melemah, Imbal Hasil Obligasi AS Naik

- Pewarta

Rabu, 6 September 2023 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Imbal hasil obligasi AS naik menyusul kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global.

Dow Jones Industrial Avarege kehilangan 195,74 poin (0,56%) menjadi 34.641,97, S&P 500 turun 0,42% menjadi 4.496,83, dan  komposit Nasdaq turun tipis 0,08% menjadi 14.020,95.

Sementara itu, harga minyak naik setelah Arab Saudi dan Rusia memperpanjang pengurangan pasokan. Minyak berjangka West Texas Intermediate melonjak lebih 1% dan sempat diperdagangkan di atas US$ 87 per barel, mencapai level tertinggi sejak November 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Halliburton dan Occidental Petroleum masing-masing naik lebih 2%, sedangkan EOG Resources menguat 1,8%. Kenaikan harga minyak menekan saham-saham maskapai penerbangan dan kapal pesiar, seperti American Airlines, American Airlines, United Airlines, Delta Air Lines yang kehilangan lebih dari 2%.

Sejalan dengan itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS atau Treasury AS juga melonjak, sehingga membebani aset-aset berisiko, seperti pasar saham. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun melonjak sekitar 9 basis poin menjadi 4,27%.

Jika harga minyak naik, hal itu bisa menyebabkan inflasi,” kata Co-Chief Investment Officer Truist Advisory Services, Keith Lerner.

Hal ini, kata dia, membuat pekerjaan bank sentral AS, The Fed menjadi lebih sulit.

Area lain yang terkena dampak paling parah adalah saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah. S&P Small Cap 600 merosot 3%, hari terburuk sejak Februari. S&P Midcap 400 ambles sekitar 2,3%, dan Russell 2000 turun 2,1%.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB