Wall Street Koreksi, Respons Data Manfaktur AS

- Pewarta

Selasa, 2 Agustus 2022 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Wall Street merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut. Pasar merespons data manufaktur AS yang turun dan kemungkinan resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 46,73 poin atau 0,14% menjadi 32.798,40 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 11,66 poin atau 0,28% menjadi 4.118,63 poin. Nasdaq Composite melemah 21,71 poin atau 0,18% menjadi ditutup di 12.368,98 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing merosot 2,18% dan 0,89%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen terangkat 1,21% merupakan kelompok berkinerja terbaik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga indeks utama Wall Street mengakhiri sesi bergejolak dengan sedikit lebih rendah pada hari pertama Agustus, menyusukl kenaikan persentase bulanan terbesar S&P 500 dan Nasdaq sejak 2020.

Pekan lalu, indeks Dow Jones naik 3%, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak 4,3% dan 4,7%.

“Ini adalah konsolidasi,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana seperti dikutip Reuters. “Investor menunggu untuk melihat apakah kita bisa menindaklanjuti (kenaikan) atau melanjutkan tren penurunannya.”

Di sisi ekonomi, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Senin (1/8) bahwa indeks manajer pembelian (PMI), ukuran aktivitas manufaktur AS yang diawasi ketat turun menjadi 52,8 persen pada Juli dari 53 persen sebulan sebelumnya. Sementara angka di atas 50 persen menunjukkan ekspansi, angka terbaru adalah yang terendah sejak Juni 2020.

Laporan tersebut mengikuti rangkaian data dari Eropa dan Asia yang menunjukkan aktivitas pabrik melambat atau berkontraksi dalam menghadapi permintaan global yang berkurang dan inflasi yang terus-menerus.

Investor juga menunggu laporan pekerjaan Juli yang dijadwalkan untuk dirilis pada Jumat (5/8).

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB