Wall Street Koreksi, Pasar Khawatir Pembatasan Covid di China

- Pewarta

Selasa, 22 November 2022 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street terkoreksi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar khawatir pemerintah China dapat melanjutkan langkah-langkah yang lebih ketat untuk melawan COVID-19 setelah kasus kematian meningkat.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 45,41 poin atau 0,13% menjadi 33.700,28 poin. Indeks S&P 500 turun 15,40 poin atau 0,39% menjadi US$ 3.949,94 poin. Nasdaq Composite anjlok 121,55 poin atau 1,09% menjadi 11.024,51.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan bahan pokok konsumen dan real estat masing-masing naik 0,98% dan 0,72%, melampaui yang lainnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, sektor konsumer non-primer dan energi masing-masing turun 1,41% dan 1,39%. Saham-saham terkait teknologi turun 1,13%.

Beijing mengatakan pada Senin (21/11/2022) akan menutup bisnis dan sekolah di distrik-distrik yang terkena dampak paling parah dan memperketat aturan untuk memasuki kota, karena infeksi terus meningkat.

“Ada ketakutan bahwa China akan menerapkan kembali beberapa pembatasan COVID yang konon baru saja mereka mulai cabut,” kata Carol Schleif, wakil kepala investasi di BMO Family Office.

Volume perdagangan rendah pada perdagangan semalam, dan cenderung berkurang menjelang liburan Thanksgiving pada Kamis, membuat pasar lebih rentan terhadap volatilitas. Volume di bursa AS mencapai 9,43 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,88 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB