Wall Street Jatuh, Respons Data Pekerjaan AS

- Pewarta

Sabtu, 4 Februari 2023 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Indeks-indeks utama saham Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah data ketenagakerjaan AS yang mengejutkan sehingga memicu kekhawatiran tentang tindakan agresif Federal Reserve.


Indeks Dow Jones Industrial Average turun127,93 poin atau 0,38% menjadi 33.926,01 poin. Indeks S&P 500 merosot 43,28 poin atau 1,04% menjadi 4.136,48 poin. Nasdaq Composite anjlok 193,86 poin atau 1,59% menjadi ditutup pada 12.006,95 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumer non-primer dan jasa-jasa komunikasi masing-masing terpuruk 3,11% dan 2,22%, memimpin kerugian.

Untuk minggu ini, Dow tergelincir hampir 0,2%, S&P 500 naik 1,6% dan Nasdaq naik 3,3%.

Reaksi pasar di atas muncul karena laporan pekerjaan AS untuk Januari yang kuat memicu kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi.

Pengusaha-pengusaha AS menambahkan 517.000 pekerjaan pada Januari, menghancurkan perkiraan, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Jumat (3/2/2023). Pertumbuhan lapangan kerja yang besar diperparah oleh rendahnya tingkat pengangguran baru, yang turun dari 3,5% menjadi 3,4%, terendah baru dalam 54 tahun.

Laporan pekerjaan “merupakan kejutan yang luar biasa dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan Fed selanjutnya,” kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco. “Apa yang menurut saya menyebabkan beberapa volatilitas adalah pasar mencoba memahami bagaimana Fed akan memandang hal ini.”

The Fed pada Rabu (1/2/2023) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, meningkatkan kisaran target untuk suku bunga dana federal menjadi 4,5-4,75%, karena terus berjuang melawan inflasi.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan Fed mengakui bahwa laju inflasi telah mereda, tetapi “akan sangat dini untuk menyatakan kemenangan.”

Saham Apple, perusahaan AS terbesar berdasarkan nilai pasar, naik 2,4% setelah memperkirakan bahwa pendapatannya akan turun untuk kuartal kedua berturut-turut tetapi penjualan iPhone kemungkinan akan meningkat karena produksi telah kembali normal di China.

Saham Amazon merosot 8,4% karena perusahaan mengatakan laba operasi bisa turun menjadi nol pada kuartal saat ini karena penghematan dari PHK tidak menutupi dampak keuangan dari konsumen dan pelanggan cloud yang menekan pengeluaran.

Saham Alphabet turun 2,7% setelah induk Google membukukan laba kuartal keempat dan penjualan di bawah ekspektasi Wall Street. Dalam berita korporasi lainnya, saham Ford Motor jatuh 7,6% setelah pembuat mobil memprediksi tahun depan yang sulit.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB