Wall Street Jatuh Lagi, Dow di Bawah 33.000

- Pewarta

Sabtu, 17 Desember 2022 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Wall Street jatuh lagi untuk hari ketiga berturut-turut dengan Dow telah menembus di bawah level psikologis 33.000 pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Kekhawatiran resesi global terus meningkat karena sikap Federal Reserve (Fed) yang hawkish dalam memerangi inflasi.Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan lebih banyak pengetatan kebijakan, dan bank sentral memproyeksikan bahwa suku bunga akan melampaui angka 5% pada 2023, level yang tidak terlihat sejak 2007.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 281,76 poin atau 0,85% menjadi 32.920,46 poin. Indeks S&P 500 turun 43,39 poin atau 1,11% menjadi 3.852,36 poin. Nasdaq Composite merosot 105,12 poin atau 0,97% menjadi 10.705,41 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini indeks Dow kehilangan 1,66% , S&P 500 turun 2,09% dan Nasdaq jatuh 2,72%. Sementara itu, semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan konsumen masing-masing terpangkas 2,96% dan 1,74%, memimpin penurunan.

Pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga 25 basis poin tahun depan dan suku bunga terminal sekitar 4,8% pada pertengahan tahun, sebelum turun menjadi sekitar 4,4% pada akhir 2023.

Di sisi ekonomi, sebuah laporan menunjukkan aktivitas bisnis AS berkontraksi lebih lanjut pada Desember karena pesanan baru merosot ke level terendah hanya dalam waktu 2,5 tahun, meskipun pelonggaran permintaan membantu mendinginkan inflasi.

Prospek “reli Sinterklas”, atau kenaikan akhir tahun, di pasar tahun ini telah meredup, karena mayoritas bank sentral global telah mengadopsi kebijakan pengetatan. Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Eropa adalah yang terbaru menunjukkan siklus kenaikan suku bunga yang diperpanjang.

Meta Platforms Inc naik 2,82% setelah J.P. Morgan meningkatkan peringkat saham menjadi “overweight” dari “neutral”, sementara Adobe Inc naik 2,99 persen setelah pembuat Photoshop itu memperkirakan laba kuartal pertama di atas ekspektasi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB