Wall Street Jatuh, Khawatir Pengetatan Moneter Global

- Pewarta

Sabtu, 24 Juni 2023 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

MEDIA EMITENTiga indeks utama sajam di Bursa Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Investor khawatir bank-bank sentral global masih akan menaikkan suku bunga sehingga pengetatan moneter yang lebih besar dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 219,28 poin atau 0,65% menjadi 33.727,43 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 33,56 poin atau 0,77% menjadi 4.348,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok138,09 poin atau 1,01% menjadi ditutup pada 13.492,52 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas memimpin penurunan kehilangan 1,51%. Sektor jasa-jasa komunikasi membukukan penurunan terlemah, jatuh 0,25%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS jatuh pada Jumat (23/6/2023) karena investor mencari tempat berlindung yang aman di obligasi dan dolar di tengah gelombang kenaikan suku bunga global dan pernyataan hawkish dari para gubernur bank sentral.

Beberapa analis percaya bahwa pengetatan yang berlebihan akan menyebabkan kemerosotan ekonomi yang tajam secara global, menyusul kenaikan suku bunga di Inggris, Turki, Swiss dan Norwegia pada Kamis (22/6/2023).

Data yang dirilis pada Jumat (23/6/2023) juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS mungkin melambat. S&P Global melaporkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) gabungan AS turun menjadi 53,0 pada Juni, dari 54,3 pada Mei.

Secara khusus, PMI jasa-jasa AS merosot ke 54,1 pada Juni dari 54,9 pada Mei, terendah dua bulan, sementara PMI manufaktur turun ke terendah enam bulan 46,3 pada Juni, dari 48,4 pada Mei, menurut S&P Global.

“Investor pasti menunjukkan ketakutan baru akan resesi AS, serta resesi global,” kata CEO AXS Investments Greg Bassuk dalam sebuah wawancara dengan CNBC International.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB