Wall Street Jatuh, Fitch Ratings Downgrade Beberapa Bank

- Pewarta

Rabu, 16 Agustus 2023 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), imbas dari data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan sehingga memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Selain itu, bank-bank besar AS juga mengalami penurunan akibat laporan lembaga pemeringkat Fitch yang mendowgrade beberapa bank.

Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 1,02% dan berakhir pada 34.946,39 poin, S&P 500 turun 1,16% menjadi 4.437,86 poin, Nasdaq Composite juga mengalami penurunan sebesar 1,14% menjadi 13.631,05 poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel tumbuh sebesar 0,7% pada bulan lalu, melampaui ekspektasi kenaikan sebesar 0,4%. Data ini mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih tetap kuat.

Bank-bank menghadapi tekanan penurunan penjualan saham karena investor semakin cemas mengenai dampak suku bunga. Kurva imbal hasil dari obligasi pemerintah AS telah terbalik selama lebih dari satu tahun, di mana obligasi jangka panjang menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen utang jangka pendek. Situasi ini mengurangi potensi keuntungan yang dapat diperoleh oleh bank dari pinjaman.

Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research, mengatakan, mungkin akan berakhir dengan kurva imbal hasil terbalik lebih lama dari yang diantisipasi, bahkan jika kita tidak berakhir dengan resesi ekonomi.

Saham-saham bank utama seperti JPMorgan Chase, Bank of America, dan Wells Fargo juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,5%, 3,2%, dan 2,3% akibat laporan bahwa lembaga pemeringkat Fitch dapat menurunkan peringkat beberapa bank.

Selain itu, sektor-sektor utama S&P 500 mengalami penurunan, termasuk saham-saham di sektor energi yang memimpin penurunan akibat melemahnya harga minyak mentah. Saham-saham teknologi memiliki performa sedikit lebih baik, terutama saham Nvidia yang naik sebesar 0,4% setelah UBS dan Wells Fargo menaikkan target harga mereka untuk saham tersebut.

Volume perdagangan di bursa saham AS relatif ringan, dengan 10,1 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 10,9 miliar saham selama 20 sesi perdagangan sebelumnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB