Wall Street Jatuh, Dow Anjlok Lebih 600 Poin

- Pewarta

Kamis, 19 Januari 2023 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street jatuh dengan Dow anjlok lebih dari 600 poin pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Data ekonomi yang lemah memicu kekhawatiran resesi sementara komentar hawkish pejabat Federal Reserve kian memperburuk sentimen investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 613,89 poin atau 1,81% menjadi 33.296,96 poin. Indeks S&P 500 merosot 62,11 poin atau 1,56% menjadi 3.928,86 poin. Nasdaq Composite anjlok 138,10 poin atau 1,24% menjadi 10.957,01 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor bahan pokok konsumen dan utilitas masing-masing jatuh 2,65% dan 2,41% memimpin penurunan. S&P 500 dan Dow kehilangan hampir 2%, penurunan harian terbesar sejak 15 Desember.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum pasar dibuka, data ekonomi AS menunjukkan penjualan eceran dan harga produsen turun lebih dari yang diharapkan pada Desember, sementara produksi di pabrik-pabrik AS turun lebih besar dari yang diperkirakan dan output November lebih lemah dari yang diperkirakan.

“Tampaknya investor akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa mengendalikan inflasi bukanlah makan siang gratis dan semua pengetatan yang harus dilakukan Fed untuk membuat inflasi bergerak ke arah yang benar, disertai dengan biaya ekonomi,” kata Michael Reynolds, wakil presiden strategi investasi di Glenmede.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden Fed St. Louis James Bullard dan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menekankan perlunya menaikkan suku bunga di atas 5% untuk menurunkan inflasi.

Menjelang sore, Presiden Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa dia mengharapkan Fed untuk menaikkan suku bunga beberapa kali lagi tahun ini meskipun dia mengulangi komentar sebelumnya bahwa dia siap untuk bank sentral AS bergerak ke laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat karena tanda-tanda pendinginan inflasi.

Komentar The Fed juga menyoroti perbedaan antara perkiraan bank sentral AS tentang suku bunga terminal dan ekspektasi pasar, yang suku bunganya memuncak di 4,88 persen pada Juni. Pedagang sekarang bertaruh pada kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Februari.

Investor juga fokus pada musim laporan keuangan kuartal keempat sebagai jendela bagaimana kinerja perusahaan Amerika dengan latar belakang suku bunga yang lebih tinggi.

Para analis sekarang memperkirakan laba tahun-ke-tahun dari perusahaan-perusahaan S&P 500 turun 2,6% untuk kuartal tersebut, menurut data Refinitiv, dibandingkan dengan penurunan 1,6% di awal tahun.

Saham Moderna Inc naik 3,3% setelah melaporkan data yang menunjukkan efektivitas vaksin virus pernapasan syncytial (RSV). Saham PNC Financial Services Group Inc anjlok 6% setelah meleset dari estimasi laba kuartal keempatnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB