Wall Street Jatuh, Dow Anjlok 646 Poin

- Pewarta

Kamis, 10 November 2022 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN –Saham Wall Street jatuh dengan Dow Jones anjlok hampir 650 poin pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pasar menunggu data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini serta mencerna hasil pemilihan umum (pemilu) tengah semester Amerika Serikat (AS).

Dow Jones Industrial Average kehilangan 646,89 poin atau 1,95% menjadi 32.513,94. S&P 500 berbasis luas turun 2,1% menjadi 3.748,57, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 2,5% menjadi 10.353,18.

Penurunan ekuitas terjadi di tengah kecemasan menjelang laporan indeks harga konsumen (CPI) penting yang akan dirilis Kamis waktu setempat, serta karena penurunan besar dalam bitcoin dan mata uang digital lainnya meningkatkan kekhawatiran tentang panggilan margin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apa yang terjadi di pasar kripto bocor ke pasar ekuitas,” kata Art Hogan, analis di B. Riley Financial pada Kamis.

Pasar juga mencerna hasil pemilu AS. Analis mengatakan kendali yang terbagi atas pemerintahan, skenario yang umumnya menguntungkan saham, masih tampak mungkin meskipun keuntungan Partai Republik lebih kecil dari yang diharapkan.

Di antara perusahaan individu, Disney anjlok 13,2% setelah melaporkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan karena kerugian pada layanan streaming perusahaan lebih dari dua kali lipat kerugian operasional kuartalan menjadi US$ 1,5 miliar.

Hasil tersebut juga membebani saham media lainnya, termasuk Paramount yang merosot 6,3% dan Fox yang turun 3,5%.

Saham perusahaan induk Facebook, Meta, melonjak 5,2% setelah mengumumkan akan memberhentikan lebih dari 11.000 stafnya, karena perusahaan teknologi yang didukung iklan seperti Facebook dan Google menghadapi tantangan ekonomi makro.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB