Wall Street Ditutup Turun Usai Keputusan Fed

- Pewarta

Kamis, 21 September 2023 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) menyusul keputusan Bank Sentral AS (Federal Reserve/Fed) untuk mempertahankan suku bunga, namun memberi isyarat hawkish.

Federal Reserve memberikan peringatan bahwa perjuangan melawan inflasi masih jauh dari selesai.

Dow Jones Industrial Average turun 76,85 poin, atau 0,22%, menjadi 34.440,88. S&P 500 anjlok 41,75 poin, atau 0,94%, menjadi 4.402,2, sementara Nasdaq Composite turun 209,06 poin atau 1,53% menjadi 13.469,13.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan signifikan terutama terjadi pada saham-saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga, seperti Microsoft Corp (MSFT.O), Apple Inc (AAPL.O), dan Nvidia Corp (NVDA.O), yang menyebabkan Nasdaq mengalami penurunan terbesar.

Keputusan Federal Reserve ini juga disertai dengan Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) dan dot plot, yang memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin dalam tahun ini, dan suku bunga dapat mencapai puncaknya pada kisaran 5,50%-5,75%. Proyeksi SEP juga mencakup rencana untuk menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada tahun depan.

Proyeksi terbaru dari Federal Reserve memperkirakan tingkat target dana Federal akan turun sedikit menjadi 5,1% pada akhir tahun depan, dan kemudian turun menjadi 3,9% pada akhir tahun 2025.

Meskipun Federal Reserve telah memulai langkah-langkah pengetatan kebijakan moneter sejak bulan Maret, inflasi inti masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%. Proyeksi SEP mengindikasikan bahwa inflasi diperkirakan akan turun menjadi 3,3% pada akhir tahun, mendekati target rata-rata tahunan bank sentral sebesar 2%.

Selama konferensi pers yang berlangsung setelah pengumuman, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menegaskan proyeksi ekonomi yang lebih positif. Namun, ia juga memperingatkan bahwa perjalanan untuk mencapai target inflasi masih akan memakan waktu.

Dalam perdagangan ini, sektor layanan komunikasi yang sensitif terhadap suku bunga dan sektor teknologi mengalami kerugian persentase terbesar. Namun, ada beberapa pengecualian positif, seperti kenaikan saham perusahaan otomasi pemasaran Klaviyo (KVYO.N) sebesar 9,2% dalam debutnya di Bursa Efek New York.

Selama perdagangan ini, S&P 500 mencatatkan 14 harga tertinggi baru dalam 52 minggu dan 6 harga terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 39 titik tertinggi baru dan 246 titik terendah baru.

Volume perdagangan di bursa saham AS mencapai 9,73 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata 10,07 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Dengan penurunan tajam ini, pasar saham AS kini menghadapi tantangan yang lebih besar, sementara Federal Reserve terus berusaha untuk mengatasi masalah inflasi yang masih menjadi fokus utama.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB