MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Nasdaq Composite anjlok lebih dari 1% jelang rilis data inflasi.
Dow Jones Industrial Average turun191,13 poin, atau 0,54%, menjadi 35.123,36, S&P 500 merosot 0,7% menjadi 4.467,71, dan Nasdaq anjlok 1,17% menjadi 13.722,02.
Saham Penn Entertaiment melonjak 9,1% sehari setelah perusahaan kasino itu mengatakan akan meluncurkan sportsbook online dengan ESPN. Sementara saham Roblox anjlok 22% setelah kinerja kuartal II 2023 meleset dari ekspektasi analis Wall Street.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investor global menunggu laporan inflasi AS atau indeks harga konsumen (IHK) Juli yang dijadwalkan dirilis Kamis. IHK akan menjadi pijakan bagaimana bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga ke depannya. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi naik 3,3% pada Juli.
“Pasar fokus apakah inflasi turun cukup cepat atau tidak, ini memungkinkan Fed menghentikan kenaikan suku bunga,” kata Kepala Riset Pasar Modal Bank Wealth Management AS, Bill Merz.
Menurut dia, kenaikan inflasi sudah melambat, tetapi masih terlalu tinggi. “The Fed berada di persimpangan jalan,” kata dia.
Moody’s sebelumnya menurunkan peringkat bank regional sehingga menjadi sentimen negatif investor. Beberapa pelaku pasar khawatir sinyal tersebut dapat menyebabkan masalah di masa depan.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Nasdaq Composite telah melemah 4,4% sejak awal Agustus, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 2,6% dan 1,2%. Dengan pelemahan Rabu, Nasdaq bergerak ke wilayah negatif pada kuartal ini.
Adapun raksasan perusahaan hiburan Disney dan operator kasino, Wynn Resorts dijadwalkan merilis kinerja kuartal II 2023 setelah penutupan perdagangan Rabu. Lebih 90% saham S&P 500 telah melaporkan pendapatan. Dari total itu, sekitar empat per lima membukukan hasil melampaui ekspektasi analis Wall Street, menurut FactSet.







